Dua kemenangan beruntun di Budapest dan Zandvoort membuat McLaren kembali diperhitungkan di papan atas Formula 1. Namun, Andrea Stella enggan terbawa euforia. Menurutnya, Monza akan menjadi ujian sesungguhnya bagi MCL40 untuk membuktikan apakah progres tim Woking itu nyata atau hanya momentum sesaat.
Start musim 2026 memang tidak mudah bagi McLaren. Pemahaman yang terbatas terhadap power unit Mercedes di Australia sempat membuat mereka kesulitan, bahkan di China mereka gagal start ganda. Namun, kemenangan beruntun di Hungaria dan Belanda telah memangkas jarak Lando Norris dengan pemimpin klasemen Kimi Antonelli menjadi 83 poin, memicu harapan untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Meski begitu, Stella memilih tetap rendah hati. "Pendekatan kami adalah satu balapan pada satu waktu. Tidak banyak yang bisa kami pengaruhi selain memaksimalkan apa yang ada di depan," ujarnya kepada Motorsport.com. "Balapan berikutnya di Monza. Jika kita bandingkan tuntutan Zandvoort dan Hungaria dengan Monza, itu rezim yang sangat berbeda."

Monza, dengan sirkuit berkecepatan tinggi dan minim downforce, menjadi kebalikan dari Hungaroring dan Zandvoort yang sarat tikungan medium. Di dua trek terakhir, McLaren bisa memanfaatkan keunggulan MCL40 di tikungan medium, tetapi Norris sendiri mengakui performa mobilnya di tikungan lambat "jauh dari cukup baik" pada hari Sabtu.
Di Monza, yang dominan adalah trek lurus panjang dan chicanes. Karakter ini menuntut keseimbangan aerodinamis yang sama sekali berbeda. Stella menilai inilah ujian terpenting bagi McLaren sejauh ini. "Monza juga 'energy-starved', jadi manajemen energi akan kembali berperan besar. Ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga bagaimana kami memahami power unit," tambahnya.
Area inilah yang sempat menjadi kelemahan McLaren di awal musim, tertinggal dari tim pabrikan Mercedes. Meski sudah ada kemajuan, termasuk dengan alat simulasi yang diterima di Spa, Monza akan menunjukkan seberapa signifikan progres tersebut di trek yang benar-benar menguji efisiensi tenaga.
Jika McLaren bisa tampil kompetitif di Monza, maka pembicaraan tentang gelar juara menjadi lebih dari sekadar harapan. Namun, jika gagal, status mereka sebagai penantang gelar akan kembali dipertanyakan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!