Lando Norris berhasil mengamankan kemenangan ke-200 bagi McLaren di Grand Prix Hungaria melalui pertahanan gemilang melawan rekan setimnya, Oscar Piastri. Berdasarkan analisis mendalam dari strategi tim, keputusan berani untuk menerapkan strategi satu kali pit stop menjadi kunci kemenangan Norris, meskipun awal balapan kurang mulus. Artikel ini merangkum strategi tersebut dan dinamika balapan yang mengantarkan Norris mempersempit jarak poin di klasemen.
Norris mengalami start yang kurang ideal di Hungaroring, turun ke posisi kelima di belakang George Russell dan Fernando Alonso. Namun, dengan cepat ia berhasil menyalip Alonso. Sementara itu, tim McLaren, di bawah arahan insinyur Will Joseph, memutuskan untuk mengalihkan Norris ke strategi satu kali pit stop pada lap ke-31 dari total 70 lap. Keputusan ini berbeda dengan strategi dua kali pit stop yang diterapkan untuk Piastri, yang melakukan pit stop kedua pada lap ke-46.

Strategi Berani McLaren
Menurut Zak Brown, kepala tim McLaren, strategi satu kali pit stop untuk Norris merupakan langkah berisiko namun terukur. “Kami awalnya tidak merencanakan strategi satu pit stop,” ungkap Brown. “Namun, setelah melihat situasi balapan, kami memutuskan untuk mencobanya karena tidak ada banyak yang bisa hilang.” Strategi ini memungkinkan Norris untuk mempertahankan posisi terdepan, meskipun Piastri sempat mendekat dalam jarak DRS di lima lap terakhir setelah menyalip Charles Leclerc.
Pada fase penutup balapan, Piastri berusaha menyalip Norris dengan manuver agresif, namun mengalami lock-up yang signifikan, sehingga gagal mengambil alih posisi. Norris berhasil mempertahankan keunggulan dan memenangkan balapan, sekaligus memangkas jarak poin di klasemen menjadi sembilan poin menjelang jeda musim panas. Brown memuji kedua pembalap atas performa mereka yang “sangat keras namun bersih,” serta menyoroti eksekusi pit stop dan strategi tim yang nyaris sempurna.
Kemenangan Norris di GP Hungaria menegaskan keberanian McLaren dalam mengambil risiko strategis yang terbayar. Dengan performa solid dari kedua pembalap dan kerja tim yang apik, McLaren kini berada di posisi kuat menjelang paruh kedua musim. Untuk analisis lebih mendalam tentang balapan dan profil pembalap, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
George Russell
Mercedes
|
51 |
|
2
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
47 |
|
3
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
34 |
|
4
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
33 |
|
5
|
|
Oliver Bearman
Haas F1 Team
|
17 |
|
6
|
|
Lando Norris
McLaren
|
15 |
|
7
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
9 |
|
8
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
8 |
|
9
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
8 |
|
10
|
|
Arvid Lindblad
Racing Bulls
|
4 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
98 |
|
2
|
|
Ferrari
|
67 |
|
3
|
|
McLaren
|
18 |
|
4
|
|
Haas F1 Team
|
17 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
12 |
|
6
|
|
Red Bull
|
12 |
|
7
|
|
Alpine F1 Team
|
10 |
|
8
|
|
Audi
|
2 |
|
9
|
|
Williams
|
2 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
0 |
Baca Juga
Ancaman hujan di GP Jepang 2026 berkurang, menghindarkan pembalap F1 dari debut mobil baru 2026 di kondisi basah di Suzuka.
Toto Wolff ungkap Mercedes nyaris alami bencana di awal dominan F1 2026 meski raih hasil sempurna bersama Russell dan Antonelli.
Kimi Antonelli diragukan mampu lawan George Russell dalam perebutan gelar F1 2026 bersama Mercedes menurut analisis James Hinchcliffe.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!