Suasana di dalam garasi Red Bull mengalami pergeseran yang cukup drastis dalam beberapa waktu terakhir. Sang bintang utama, Max Verstappen, secara terbuka mengakui bahwa kehidupan di dalam tim kini terasa jauh lebih tenang dan tidak terlalu membebani mental setelah perginya Christian Horner dari panggung Formula 1.
Keputusan manajemen untuk membebastugaskan Horner dari posisinya sebagai prinsipal tim sekaligus CEO diambil menyusul rangkaian dinamika internal yang memuncak usai Grand Prix Inggris 2025. Peristiwa tersebut sekaligus menutup babak panjang kepemimpinan pria asal Inggris itu yang telah menahkodai markas Milton Keynes selama dua dekade penuh kesuksesan.
Kendati seluruh catatan empat gelar juara dunia miliknya diraih di bawah komando Horner, pembalap berkebangsaan Belanda berusia 28 tahun ini menegaskan bahwa dirinya jauh lebih menikmati atmosfer kerja yang kooperatif dan bebas dari ketegangan politik. "Secara jujur, saya suka melihat orang-orang akur. Tidak menyenangkan ketika Anda terus-menerus mendapati ketegangan antarindividu," ujar Verstappen kepada Press Association, sebagaimana dilansir dari Crash.net.

Lebih lanjut, pembalap andalan Red Bull ini menambahkan bahwa dinamika paddock saat ini mungkin kehilangan sentuhan dramatis yang kerap dicari penonton luar, namun stabilitas emosional jauh lebih berharga bagi para pelaku di dalamnya. "Situasinya memang tidak terlalu berbumbu, tapi saya sangat menyukai bagaimana jalannya kondisi saat ini dengan perilaku setiap orang, mari kita sebut begitu. Ini jauh lebih minim stres. Kita semua menjalani hidup yang penuh tekanan, dan ketika Anda bisa sedikit mengurangi beban stres itu di berbagai kesempatan, tentu itu hal yang bagus," ucapnya.
Terkait kembalinya nama Horner ke permukaan berita usai melontarkan ketertarikan untuk bergabung dengan Ferrari seandainya kembali ke ajang balap, Max Verstappen memilih untuk bersikap realistis. Ia menilai mantan bosnya itu telah membuktikan kapasitas kerjanya di masa lalu, namun segala spekulasi masa depan di luar garasinya sama sekali bukan ranah yang perlu ia pusingkan.
Di sisi lain, komitmen jangka panjang sang juara dunia bersama skuad bermarkas di Milton Keynes telah dipastikan lewat kontrak baru yang mengikatnya hingga pengujung musim 2030. Ketika disinggung mengenai peluang mengenakan seragam merah kebanggaan Ferrari di masa depan, prioritas utamanya tetap berpaku pada daya saing murni mobil di atas lintasan.
"Saya hanya ingin menang. Saya bukan tipe orang yang bernostalgia. Apakah saya sangat menghormati merek tersebut? Tentu saja. Namun jika itu artinya Anda mengikatkan diri lalu finis di posisi kelima atau keenam, apa gunanya? Saya sangat berorientasi pada performa, dan saya sudah meraih banyak kemenangan bersama tim ini," pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!