Max Verstappen memenangi Grand Prix Austria 2023 dari pole position, tetapi balapan di Red Bull Ring tersebut lebih dikenang karena kekacauan penalti setelah finis. Peninjauan panjang terhadap pelanggaran batas lintasan akhirnya membuat 12 pembalap menerima hukuman waktu retrospektif.
Verstappen menguasai balapan untuk meraih kemenangan ketujuhnya musim itu sekaligus memperpanjang rangkaian kemenangan grand prix Red Bull Racing menjadi 10 secara beruntun. Charles Leclerc finis kedua dengan selisih 5,1 detik, sedangkan Sergio Perez bangkit dari posisi ke-15 untuk melengkapi podium.
Virtual Safety Car akibat kegagalan mobil Nico Hulkenberg sempat mengubah arah strategi. Ferrari melakukan double-stack untuk Leclerc dan Carlos Sainz, yang untuk sementara memberi Leclerc posisi lintasan di depan Verstappen.

Keuntungan tersebut tidak bertahan lama. Verstappen kembali melewati Leclerc di Tikungan 3 sebelum membangun jarak aman, kemudian melakukan pit stop pada fase akhir untuk memasang ban baru dan mencatat lap tercepat pada putaran terakhir.
Klasifikasi sementara kemudian diprotes oleh Aston Martin. Tim menilai race control belum memproses seluruh pelanggaran track limits yang terjadi selama 71 lap, terutama di Tikungan 9 dan 10 yang menghasilkan lebih dari 1.200 kasus potensial untuk diperiksa.
Steward menerima protes tersebut dan melakukan peninjauan tambahan setelah bendera finis. Pelanggaran yang sebelumnya belum diproses ditemukan, membuat penalti waktu dijatuhkan kepada 12 pembalap dengan sistem bertingkat: lima detik untuk empat pelanggaran dan 10 detik untuk pelanggaran kelima, disertai mekanisme penghitungan ulang karena volume kasus yang sangat besar.
Esteban Ocon menerima hukuman terbesar dengan total 30 detik dan turun dari posisi ke-12 menjadi ke-14. Sainz kehilangan posisi keempat dan turun ke urutan keenam, sementara Lewis Hamilton bergeser dari posisi ketujuh menjadi kedelapan.
Penalti juga membuat Pierre Gasly turun ke belakang Lance Stroll. Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa hasil resmi tidak hanya ditentukan oleh performa di lintasan, tetapi juga oleh kemampuan FIA memeriksa volume pelanggaran yang tidak dapat diselesaikan secara langsung selama balapan.
“Ini sebuah lelucon,” kata Verstappen ketika mengkritik cara batas lintasan diawasi.
Lando Norris juga menyebut rangkaian hukuman tersebut “bodoh”, mencerminkan frustrasi luas di paddock. Grand Prix Austria 2023 kemudian menjadi salah satu contoh paling ekstrem mengenai bagaimana penegakan track limits dapat mengubah klasifikasi berjam-jam setelah balapan selesai.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!