Max Verstappen tengah merancang ambisi besar untuk turun di ajang balap ketahanan ikonik Spa 24 Hours pada tahun 2027 mendatang. Juara dunia Formula 1 empat kali itu mengakui bahwa ia sedang berusaha keras mewujudkan rencana tersebut agar bisa tampil dengan persiapan yang benar-benar matang. Kedekatan geografis Sirkuit Spa-Francorchamps dengan perbatasan Belanda serta latar belakang darah Belgia yang dimilikinya menjadi alasan kuat mengapa ia sangat bersemangat menatap ajang tersebut di masa depan.
"Saya tentu sangat mencintai Spa, jadi saya sedang berusaha mewujudkannya, karena saya ingin datang dengan persiapan yang matang," ujar Verstappen mengutip pernyataannya jelang akhir pekan balap. Pembalap andalan Red Bull Racing ini bahkan mengungkapkan impiannya untuk berbagi kokpit mobil balap dengan juara IndyCar lima kali, Alex Palou. Palou sebelumnya sempat dilaporkan menjadi pilihan utamanya untuk mengisi susunan pembalap dalam debut GT World Challenge Europe di Sirkuit Portimao ini.
Namun, langkah awal sang bintang Formula 1 di kancah balap GT tidak berjalan sepenuhnya mulus. Mengemudikan mobil Mercedes-AMG bernomor lambung 3, Verstappen langsung mengambil tugas stint pembuka pada sesi latihan. Sialnya, insiden terjadi hanya beberapa tikungan setelah lap dimulai ketika ia mencoba melakukan manuver salip dari sisi dalam terhadap mobil Audi milik Ezequiel Perez Companc di Tikungan 3. Ruang yang sempit membuat senggolan tak terhindarkan hingga memutar balik posisi sang rival.

Para pengawas balapan atau steward langsung menjatuhkan investigasi dan memutuskan bahwa Verstappen sepenuhnya bersalah atas insiden yang dapat dihindari tersebut. Kendati demikian, steward mempertimbangkan dua faktor mitigasi, yakni status insiden yang terjadi pada lap pembuka serta kepadatan barisan mobil di depan yang memengaruhi jalur balap Audi. Akibat insiden ini, Verstappen diganjar sanksi teguran resmi alias reprimand serta satu poin penalti perilaku tanpa ada hukuman mundur posisi grid atau penalti waktu.
Di sisi lain, rekan setimnya, Ben Barnicoat, secara terbuka mengakui bahwa mobil Mercedes yang mereka kemudikan musim ini menuntut adaptasi tersendiri dan tidak mudah dikendalikan meskipun memiliki kecepatan yang sangat kompetitif. Verstappen sendiri harus menggantikan posisi pembalap reguler Dani Juncadella dan Jules Gounon yang harus membagi fokus turun di ajang World Endurance Championship di Barcelona pada akhir pekan yang sama. Simak analisis mendalam, update poin, dan jadwal balap ketahanan internasional selengkapnya hanya di Sportrik Media.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!