SPONSORED

Max Verstappen Hadapi Penalti Start dari Posisi Buncit di GP Brasil

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0 Google Add us as preferred source
Max Verstappen Hadapi Penalti Start dari Posisi Buncit di GP Brasil
TO NEWS OVERVIEW
Max Verstappen Hadapi Penalti Start dari Posisi Buncit di GP Brasil

Akhir pekan Max Verstappen di Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos menghadapi ujian terjal setelah Red Bull Racing mengambil keputusan strategis untuk melakukan pergantian komponen mesin pada mobil RB20 miliknya. Konsekuensi dari langkah teknis ini memastikan sang juara dunia asal Belanda tersebut harus rela memulai balapan utama Formula 1 Grand Prix Brasil dari barisan paling belakang di grid.

Sebelum keputusan penalti ini mengemuka, peraih nomor mobil satu tersebut sempat menunjukkan kecepatan kompetitif dengan mengamankan posisi ketiga pada sesi latihan bebas kedua hari Jumat, sekaligus mencatatkan tren positif dalam simulasi balapan jarak panjang. Kendati demikian, garasi Red Bull disibukkan oleh berbagai keluhan radio dari sang pembalap terkait masalah kestabilan kopling, unit tenaga, hingga respons kemudi yang kurang optimal di beberapa tikungan krusial Interlagos.

Kepala Strategi Red Bull, Hannah Schmitz,, mengungkapkan pada hari Jumat bahwa timnya memang sedang mengevaluasi perombakan komponen besar-besaran pada mobil Max. Terdapat beberapa aspek performa yang membuat sang pembalap merasa tidak nyaman, namun para insinyur pabrikan Milton Keynes telah mengidentifikasi akar permasalahan tersebut untuk segera diselesaikan sebelum sesi penentuan posisi dimulai.

Sirkuit Interlagos Resmi Perpanjang Kontrak Gelar Grand Prix Sao Paulo hingga 2035
Baca JugaSirkuit Interlagos Resmi Perpanjang Kontrak Gelar Grand Prix Sao Paulo hingga 2035

Dilansir dari The-Race, pergantian komponen mesin ini membuat Max menyusul George Russell dan Lewis Hamilton yang lebih dulu terjerat sanksi penalti grid di Interlagos. Situasi ini semakin pelik mengingat Red Bull bersama Aston Martin tercatat melanggar jam malam FIA, yang menjadi jatah pelanggaran kedua dari total empat kali toleransi yang diizinkan sepanjang musim reguler berjalan.

ADVERTISEMENT

Prinsipal tim Red Bull Racing, Laurent Mekies, mengingatkan bahwa anak asuhnya tersebut memiliki sejarah magis ketika harus merangsek naik dari barisan belakang. Ia merujuk pada performa fenomenal Max yang pernah menang dari posisi start ke-17 di Interlagos pada musim-musim sebelumnya serta aksi gemilang dari jalur pit hingga naik podium ketiga, sembari menegaskan bahwa tim akan mengevaluasi strategi untuk membantu rekan setimnya, Isack Hadjar, di sesi kualifikasi apabila kondisi cuaca memungkinkan.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU