Matt Payne akhirnya angkat bicara mengenai saga kontrak yang membelit masa depannya di Supercars. Pembalap asal Selandia Baru itu menjadi sorotan sepanjang musim ini setelah General Motors dan tim homologasinya, Team 18, berupaya menariknya untuk pindah pabrikan, meski ia masih terikat kontrak dengan Grove Racing hingga akhir musim depan.
Manajer Payne, Michael Patrizi, sempat menjajaki peluang tersebut, tetapi Grove Racing bersikukuh pada posisi kontraknya. Payne akhirnya mengonfirmasi di depan Grand Darwin Triple Crown bahwa ia akan menghormati kontraknya dan tetap bertahan di Grove Racing setidaknya hingga musim 2027.
Meski ada ketegangan antara keluarga Grove dan manajemen Payne, performa Matt Payne di lintasan tidak pernah menurun. Justru di tengah drama ini, ia mengambil alih pimpinan klasemen pembalap Supercars dan membantu Grove Racing memuncaki kejuaraan tim.

Payne mengaku berterima kasih kepada Patrizi yang membantunya tetap fokus pada balapan, bukan pada negosiasi. "Dia selalu berpendapat, 'kamu fokus pada balapan, dan itu saja yang harus kamu lakukan. Aku di sini mengurus semuanya'," ujar Payne dalam podcast Role Models dari Authentic Collectables.
Kehadiran Patrizi di paddock dalam beberapa seri terakhir, termasuk di Perth, menunjukkan meredanya ketegangan. Payne mengonfirmasi bahwa hubungan kini jauh lebih baik. "Semua orang sekarang lebih akur. Hal seperti itu selalu mereda," katanya. "Mereka suka menang, dan saya juga suka menang, jadi kombinasi yang bagus."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!