SPONSORED

Masa Depan Fernando Alonso Jadi Kunci Sisa Pasar Pembalap F1

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Masa Depan Fernando Alonso Jadi Kunci Sisa Pasar Pembalap F1
TO NEWS OVERVIEW
Fernando Alonso is in no rush to decide his future

Kontrak baru Max Verstappen bersama Red Bull dipercaya banyak pihak telah mengunci dinamika pasar pembalap Formula 1. Namun, keputusan Fernando Alonso mengenai masa depannya masih menjadi tanda tanya besar yang belum terjawab.

Dalam dua pekan terakhir, beberapa kursi untuk musim 2027 telah terisi. Carlos Sainz dan Alex Albon memperpanjang kontrak mereka di Williams, sementara Franco Colapinto dipertahankan Alpine. Empat celah kursi pun tertutup, menyisakan Alonso sebagai nama besar yang belum menentukan langkah.

Pebalap asal Spanyol berusia 45 tahun itu masih mempertimbangkan untuk melanjutkan kariernya di F1 atau pensiun. Kontraknya dengan Aston Martin akan habis akhir tahun ini, dan ia sebelumnya sempat menyebut keputusan akan diambil sekitar musim panas.

Palmowski Akui Tekanan di Zandvoort Meski Menang Lagi
Baca JugaPalmowski Akui Tekanan di Zandvoort Meski Menang Lagi

Namun, saat ditanya di Grand Prix Belanda, Alonso mengaku tidak memiliki tenggat waktu. “Saya tidak punya. Saya baru saja dari liburan, jadi saya akan lihat dalam beberapa hari, minggu, atau bulan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Alonso menegaskan bahwa performa Aston Martin tidak akan memengaruhi keputusannya. “Saya akan bersama tim ini dalam peran apa pun untuk jangka panjang. Duduk bersama Lawrence dan Adrian, kebutuhan tim adalah saya membalap. Saya akan pertimbangkan. Saya akan senang jika bisa lebih berharga di posisi lain,” katanya.

“Tetapi saya perlu membalap. Saya butuh adrenalin. Saya seorang kompetitor. Tantangan ada di kepala saya: memenangkan Dakar, mencoba Indy 500 lagi, atau apa pun. Memenangkan gelar ketiga di F1 adalah mimpi utama, meski butuh waktu lama untuk mencapainya,” tambah Alonso.

Semua sinyal mengarah pada Alonso bertahan setidaknya satu musim lagi, yang berarti tidak ada perubahan di Aston Martin. Sementara itu, performa gemilang Liam Lawson saat menggantikan Isack Hadjar di Red Bull bisa menjadi sakit kepala tersendiri bagi tim dalam menentukan susunan pembalap 2027.

ADVERTISEMENT

Lawson tampil kuat di Racing Bulls dan diprediksi mempertahankan kursinya. Namun, pembalap junior Red Bull, Nikola Tsolov, yang memimpin klasemen F2, juga layak dipertimbangkan untuk promosi. Ini menjadi masalah yang “enak” bagi Red Bull, karena memiliki banyak talenta menjanjikan.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU