Marco Bezzecchi sukses mengamankan kemenangan sensasional dalam balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan sejak terakhir kali berjaya di Mugello. Di balik euforia podium tertinggi di Lombok tersebut, pembalap andalan Aprilia Racing ini tetap bersikap realistis mengenai peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Akhir pekan Bezzecchi di pulau Lombok tidak berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Pada sesi Sprint hari Sabtu, ia mengalami insiden kecelakaan di lap pembuka setelah bersenggolan dengan Raul Fernandez, yang sempat memicu kritik tajam dari kubu Trackhouse MotoGP Team. Namun, pembalap asal Italia tersebut mampu bangkit secara luar biasa pada balapan utama hari Minggu dengan menampilkan performa yang sangat terkontrol dan matang.
Setelah menguntit jalannya balapan di belakang rival-rivalnya, Bezzecchi melancarkan serangan krusial pada fase akhir lomba untuk menyegel posisi pertama. Kemenangan ini sangat berarti baginya, terutama setelah berjuang keras memulihkan kondisi fisik pasca cedera yang didapatnya di Sachsenring. “Saya sangat senang dengan hasil balapan ini. Sejak pulih dari cedera, saya terus memburu kemenangan ini, dan rasanya luar biasa bisa kembali berdiri di podium tertinggi,” ujar Bezzecchi kepada media.

Kendati merayakan kemenangan yang brilian, Bezzecchi tidak menutup mata terhadap situasi klasemen kejuaraan saat ini. Dengan tersisanya lima seri Grand Prix musim ini, ia tertinggal 46 poin dari puncak klasemen. “Jika melihat kondisi kejuaraan, titel ini saat ini rasanya lebih banyak terbuang daripada dimenangkan. Namun, itu sama sekali tidak mengubah mentalitas saya atau cara kerja tim. Saya bukan tipe orang yang mudah menyerah,” tegasnya.
Sikap pantang menyerah tersebut juga ia tegaskan saat berbicara kepada TNT Sports, di mana ia menyatakan bahwa defisit poin yang besar justru menjadi pelecut motivasi. “Perbedaannya memang masih cukup jauh, tetapi keyakinan saya tidak pernah surut. Hal ini justru memicu saya untuk terus bekerja keras. Jika pada akhirnya kami bisa bertarung hingga akhir, itu akan luar biasa. Jika tidak, saya akan belajar dari kesalahan,” pungkasnya. Keberhasilan ini turut memperkuat posisi Aprilia, di mana Jorge Martin finis di posisi ketiga dan Marc Marquez P6, sebelum rombongan paddock bersiap menuju Phillip Island.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!