Keputusan mengejutkan datang dari kubu Cadillac F1 Team di tengah musim. Tim pendatang baru itu mengganti prinsipal tim pendirinya, Graeme Lowdon, dengan Marcin Budkowski—sosok insinyur Polandia berusia 49 tahun yang punya rekam jejak panjang di Formula 1.
Perubahan ini bukan tanpa alasan. Meski sukses membangun tim dari nol dan memenuhi tenggat waktu untuk menjadi tim ke-11 di grid 2026, performa Cadillac di lintasan belum sesuai harapan. Masalah produksi, kualitas mobil, dan rem yang berulang membuat frustrasi para pembalapnya, Valtteri Bottas dan Sergio Perez. Bahkan Perez sempat blak-blakan di Belgia bahwa ia berharap tim sudah lebih maju.
Budkowski datang dengan segudang pengalaman, mulai dari Ferrari, McLaren, Renault, hingga FIA. Tugasnya jelas: memperbaiki kelemahan tim dan mempercepat laju perkembangan. Namun, ia juga harus menjaga moral tim yang sempat terguncang oleh keputusan manajemen yang datang tiba-tiba.

Bottas, yang direkrut Lowdon, mengaku punya perasaan campur aduk. "Saya pikir perubahan besar seperti ini di tengah musim pasti mengejutkan," ujarnya di paddock Zandvoort. "Tapi kemudian Dan (Towriss, CEO) menjelaskan alasannya dan saya menghormatinya. Sesuatu memang perlu berubah. Beberapa masalah yang kami hadapi terus berlarut-larut."
Di sisi lain, Cadillac disebut menghargai kerja sama Lowdon setelah keputusan mengejutkan itu. Tanpa dirinya, tim mungkin tidak akan pernah mencapai grid. Kini, semua mata tertuju pada Budkowski untuk membawa angin segar. Apakah ia bisa menjawab tantangan ini? Musim 2026 masih panjang, dan tekanan untuk segera berbenah jelas terasa.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!