MotoGP, Sportrik Media - Marc Marquez menilai rangkaian cedera yang dialaminya telah memperkuat mentalitas ketika melanjutkan proses pemulihan pada MotoGP Brno 2026. Pembalap Ducati Lenovo Team tersebut baru saja menyelesaikan comeback terbarunya dengan memenangi Sprint dan Grand Prix Hungaria, tetapi mengakui lengan kanannya kini bekerja dengan cara berbeda dibandingkan sebelum operasi.
Marquez menjalani operasi untuk menangani saraf radial yang tertekan pada lengan kanannya. Masalah tersebut berkaitan dengan cedera yang dialaminya ketika terlibat insiden bersama Marco Bezzecchi di Mandalika pada musim sebelumnya, yang turut memengaruhi perangkat medis lama pada bahunya. Ia kemudian kembali membalap di Mugello sebelum mencapai kemenangan di Balaton Park pada penampilan keduanya setelah operasi.
Ketika diberi tahu bahwa pembalap rookie sekaligus rekan latihannya, Diogo Moreira, menilai mentalitasnya kini lebih kuat dari sebelumnya, Marquez menyetujui pandangan tersebut. Menurutnya, kekuatan mental menjadi syarat utama untuk terus menjalani rehabilitasi dan mempertahankan karier setelah melewati beberapa periode cedera panjang.

“Ya, karena apabila tidak, saya akan menyerah. Jadi saya harus kuat. Sekarang saya lebih kuat dari sebelumnya karena telah melewati momen-momen yang lebih sulit,” kata Marquez.
“Semua momen sulit tidak membuat Anda menjadi lebih baik, tetapi membuat Anda lebih kuat. Tentu saya akan lebih baik apabila memiliki tubuh yang sehat, tetapi saat ini saya harus kuat secara mental untuk terus bekerja.”

Kemenangan di Hungaria memperlihatkan kecepatannya belum hilang ketika kondisi fisik dan karakter sirkuit mendukung. Marquez meraih pole position, memenangi Sprint, dan menguasai balapan utama di Balaton Park. Namun, hasil tersebut tidak membuatnya menganggap proses pemulihan telah selesai, karena layout berlawanan arah jarum jam di Hungaria memberi beban lebih ringan terhadap bahu dan lengan kanannya.
Brno menghadirkan tuntutan yang berbeda melalui tikungan cepat, perubahan elevasi, dan beban fisik yang lebih besar. Karena itu, Marquez menggunakan performanya di Mugello sebagai tolok ukur utama, bukan kemenangan Hungaria. Pada balapan Italia tersebut, ia masih tertinggal sekitar sepuluh detik dari pemenang dan mengalami keterbatasan energi sepanjang jarak Grand Prix.
“Secara fisik kami lebih baik dibandingkan Mugello, dan itu menjadi referensi utama akhir pekan ini. Targetnya adalah mengurangi selisih yang kami alami di Mugello,” ujar Marquez.
Marquez mengatakan latihan di pusat kebugaran telah menghasilkan beberapa kemajuan, tetapi respons sebenarnya baru dapat dinilai ketika ia kembali mengendarai Desmosedici GP. Kebutuhan fisik di atas motor berbeda dari latihan biasa karena lengan harus menahan gaya pengereman, mengendalikan perpindahan beban, serta mempertahankan presisi ketika motor bergerak pada kecepatan tinggi.
Perubahan cara kerja lengan kanan juga memengaruhi pengaturan motor. Apabila pembalap tidak dapat menggunakan kekuatan dan rentang gerak yang sama seperti sebelumnya, posisi tubuh, tekanan pada setang, stabilitas saat pengereman, dan kemampuan mengarahkan motor menuju apex ikut berubah. Ducati perlu menyesuaikan ergonomi dan keseimbangan motor agar Marquez tidak dipaksa menggunakan pola gerakan yang sudah tidak sesuai dengan kondisi tubuhnya.
“Hal yang sudah saya pahami di Mugello, dan terutama pekan lalu, adalah lengan saya bekerja dengan cara berbeda. Tidak seperti tahun lalu dan tidak seperti pada bagian awal musim, tetapi dengan cara yang berbeda,” jelas Marquez.
“Jadi kami harus menyesuaikan kembali semuanya. Ini merupakan proses bersama fisioterapis dan dokter. Dari titik tersebut, kami harus melanjutkan perkembangan.”
Rekam jejak Marquez di Brno memberikan dasar kompetitif yang kuat. Ia telah mencatatkan empat kemenangan MotoGP di sirkuit Ceko, termasuk kemenangan Sprint dan Grand Prix pada musim sebelumnya. Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki penjelasan khusus mengenai keberhasilannya karena secara teori Brno bukan lintasan yang paling sesuai dengan karakter berkendaranya.
Marquez menempatkan kondisi fisik sebagai prioritas di atas target kemenangan. Pengalaman sejak cedera besar pada 2020 membuatnya memahami bahwa kecepatannya tetap tersedia ketika tubuh mampu bekerja secara normal. Sebaliknya, memaksakan diri sebelum fungsi lengan pulih dapat memperlambat rehabilitasi dan meningkatkan risiko masalah lanjutan.
“Hal yang saya pahami dalam beberapa tahun terakhir, sejak 2020 hingga sekarang, adalah ketika kondisi fisik saya baik, kecepatannya selalu ada,” kata Marquez.
“Jadi target pertama saya sekarang adalah memperbaiki kondisi lengan. Kecepatannya, seperti yang kami tunjukkan di Balaton, masih ada.”
Brno karena itu menjadi tahap berikutnya untuk mengukur apakah peningkatan dari Mugello dapat dipertahankan pada lintasan yang lebih menuntut. Marquez membawa keyakinan dari kemenangan Hungaria, tetapi fokus utamanya tetap menyesuaikan motor dengan fungsi lengan kanan yang berubah. Hasil akhir pekan Ceko akan menentukan seberapa jauh pemulihannya berkembang sebelum kejuaraan bergerak ke Assen.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!