Marc Marquez menilai larangan penggunaan front holeshot device mulai MotoGP Belanda 2026 memang membuat pengereman menuju Tikungan 1 lebih aman, tetapi justru meningkatkan risiko pada fase start hingga titik pengereman pertama.
Pembalap Ducati Lenovo Team itu menjelaskan tanpa perangkat penurun suspensi depan, motor lebih mudah melakukan wheelie saat akselerasi awal. Kondisi tersebut berpotensi membuat motor bergerak ke samping atau kehilangan kestabilan ketika roda depan kembali menyentuh aspal menjelang pengereman.
Marquez mengatakan para pembalap telah menjalani latihan start tambahan di Brno dan Assen untuk beradaptasi dengan regulasi baru. Namun menurutnya, simulasi latihan tidak sepenuhnya menggambarkan situasi balapan karena seluruh pembalap akan berakselerasi bersamaan menuju Tikungan 1.


"Ada dua sisi. Dari garis start hingga Tikungan 1 justru jauh lebih berbahaya, tetapi dari titik pengereman hingga tikungan menjadi lebih aman. Saya hanya berharap semua pembalap tetap bisa mengendalikan motornya," kata Marquez.
Juara dunia delapan kali itu juga mengingatkan insiden di Catalunya 2017 ketika Danilo Petrucci kehilangan kendali saat start. Menurutnya, risiko serupa masih dapat terjadi karena perangkat rear ride-height masih diperbolehkan digunakan, sehingga bagian belakang motor tetap berada pada posisi rendah dan membuat roda depan lebih mudah terangkat.
Marquez menambahkan larangan rear ride-height device belum memungkinkan diterapkan lebih cepat karena perangkat tersebut masih digunakan selama balapan, berbeda dengan front holeshot yang hanya dipakai saat start. MotoGP sendiri akan memperkenalkan jarak grid yang lebih lebar mulai seri Sachsenring sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan saat start.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!