George Russell tidak bisa menahan senyum saat berbicara tentang sirkuit anyar Madring. “Sirkuit ini gila. Saya akan bilang ini mungkin sirkuit paling berisiko di seluruh kalender,” ujarnya. Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Madring, yang akan menggelar balapan F1 pertamanya akhir pekan ini, telah menjadi buah bibir di paddock karena reputasinya yang menantang.
Para pembalap telah menghabiskan berjam-jam di simulator untuk mempersiapkan diri, tetapi baru pada Kamis kemarin mereka melihat langsung bagaimana sirkuit itu dibangun. Hasilnya? Campuran antara kekaguman dan kecemasan. George Russell bahkan terkejut dengan jumlah bendera merah dalam tes Formula 3 dua pekan lalu. “Saya sedikit terkejut mendengar ada 19 bendera merah di F3. Lalu setelah saya mengendarainya di simulator, saya malah terkejut kok cuma 19,” candanya.
Madring memang bukan sirkuit biasa. Dengan tikungan buta, dinding pembatas yang sangat dekat, dan sedikit ruang untuk kesalahan, setiap putaran bisa menjadi mimpi buruk. Gabriel Bortoleto menggambarkannya sebagai “melelahkan secara mental”. Sementara Alex Albon, yang baru saja menyusuri trek, mengatakan, “Banyak dinding, banyak tikungan cepat, dan tikungan buta. Ini memberi saya getaran seperti Macau, tapi untuk sirkuit F1.”

Kekhawatiran utama para pembalap adalah visibilitas di tikungan La Monumental yang miring. Albon sangat cemas tentang bagaimana mobil bisa menepi saat kualifikasi. “Saya rasa tidak ada tempat yang tepat untuk memposisikan mobil,” ujarnya. “Jika Anda menempatkan mobil di atas, garisnya akan melayang ke tengah trek lalu kembali. Jadi, Anda tidak berada di posisi yang sempurna. Ini mengingatkan saya pada insiden Fernando dan Esteban di Brasil di Tikungan 3 [pada kualifikasi sprint 2023]. Angin kotor bisa menciptakan efek berantai.”
Pierre Gasly punya prediksi sendiri: “Saya taruhan pada bendera merah, itu pasti.” Ia memperkirakan akhir pekan akan sangat terganggu oleh kecelakaan. Sergio Perez, setelah menjajal simulator, menyebutnya “sirkuit yang layak. Sedikit menakutkan. Mengingatkan saya pada Jeddah.” Rekan setimnya di Cadillac, Valtteri Bottas, melihatnya sebagai campuran Jeddah dan Baku, sementara yang lain membandingkannya dengan Monaco.
Bagi tim, Madring menghadirkan tantangan tersendiri. James Vowles, bos Williams, menyebutnya “sirkuit yang membunuh mobil”. Dengan banyaknya tikungan sulit dan dinding dekat, risiko kerusakan mobil sangat tinggi. Esteban Ocon dari Haas menyebutnya “sirkuit gila” dengan trade-off risiko versus imbalan yang harus dipertimbangkan. Sementara pemimpin klasemen, Kimi Antonelli, mengatakan ini adalah sirkuit “paling rumit” tahun ini, baik bagi pembalap maupun insinyur.
Pertanyaannya, apakah Madring akan menjadi sirkuit yang mendebarkan atau justru berbahaya? Yang jelas, para pembalap sudah bersiap untuk apa pun yang terjadi. “Mau tidak mau, akan ada beberapa kecelakaan akhir pekan ini,” kata Albon. Kita tunggu saja aksi mereka di lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!