Liam Lawson mengungkap masalah power unit dan manajemen energi menjadi penyebab utama penurunan performanya pada Grand Prix Belgia.
Pembalap Racing Bulls tersebut memulai balapan dari posisi kesembilan dan sempat naik ke urutan keenam pada lap pembuka. Namun, kecepatannya terus menurun hingga akhirnya finis di posisi ke-12 dan gagal melanjutkan rangkaian hasil poin.
Lawson menjelaskan Racing Bulls mencoba menghemat energi sejak keluar dari La Source hingga melewati Eau Rouge dan Raidillon. Strategi itu membuat mobilnya kehilangan begitu banyak kecepatan sehingga para rival dapat menyalip tanpa perlu melakukan serangan yang direncanakan.

“Kami terlalu lambat sepanjang balapan dan itu terlihat cukup cepat. Kami mengalami beberapa masalah dengan power unit dan berusaha mengoptimalkannya,” kata Lawson.
Menurut pembalap Selandia Baru tersebut, karakter lintasan Belgia membuat penempatan energi sangat menentukan waktu putaran. Stint pertama masih berjalan cukup baik, tetapi performa mobil menurun setelah pit stop.
“Kami mencoba menghemat energi melewati Eau Rouge menuju Tikungan 5, tetapi kehilangan begitu banyak waktu sehingga orang-orang secara tidak sengaja menyalip saya. Kami tidak memiliki energi menuju Tikungan 1,” ujarnya.
Lawson juga mengalami sejumlah kontak sepanjang balapan dan kembali keluar lintasan ketika bertarung di Tikungan 5 setelah pit stop. Ia menduga persoalan tenaga tetap memengaruhi mobilnya hingga fase akhir.
Meski Lawson gagal mencetak poin, Arvid Lindblad finis kesembilan. Hasil tersebut membantu Racing Bulls menyamai perolehan Alpine dalam persaingan posisi kelima klasemen konstruktor.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!