Lewis Hamilton mengungkapkan betapa sulitnya duel yang ia jalani melawan Max Verstappen pada fase akhir Formula 1 Grand Prix Kanada 2026. Pembalap Ferrari itu akhirnya berhasil merebut posisi kedua setelah melakukan manuver penyalipan krusial di Tikungan 1, sekaligus mencatatkan hasil terbaiknya sejak bergabung dengan tim asal Maranello pada awal musim 2025.
Sepanjang sebagian besar balapan di Montreal, Hamilton berada tepat di belakang Verstappen. Meski Ferrari menunjukkan kecepatan yang kompetitif di sektor tikungan, keunggulan kecepatan puncak yang dimiliki Red Bull membuat upaya penyalipan menjadi jauh lebih rumit dibandingkan yang terlihat dari luar.
Menurut Hamilton, pertarungan tersebut mengingatkannya pada karakter balapan yang telah menjadi bagian dari kariernya sejak masa gokart. Ketika Verstappen mulai mengalami penurunan kecepatan pada stint ban medium, juara dunia tujuh kali itu melihat peluang untuk mulai melakukan tekanan secara bertahap.

"Luar biasa. Benar-benar luar biasa bertarung dengan salah satu pembalap terbaik dalam sejarah olahraga ini. Sangat menantang. Mobil kami relatif berdekatan dalam hal performa. Di kualifikasi kami juga sangat dekat. Kami mungkin sedikit lebih cepat di tikungan, tetapi semua keuntungan yang kami dapatkan di tikungan langsung mereka dapatkan kembali di lintasan lurus," ujar Hamilton kepada media, termasuk RacingNews365.
Dari sudut pandang teknis, duel tersebut memperlihatkan perbedaan karakteristik dua mobil yang sedang bersaing. Ferrari tampak lebih efektif di area pengereman dan perubahan arah, sementara Red Bull masih memiliki efisiensi yang sangat kuat saat akselerasi dan kecepatan maksimum. Kondisi itu membuat Hamilton harus menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangan.
Pembalap Inggris tersebut menjelaskan bahwa keberhasilannya menyalip Verstappen bukan hanya ditentukan oleh kecepatan mobil, tetapi juga oleh pengelolaan energi yang sangat presisi. Regulasi Formula 1 generasi terbaru membuat penggunaan energi baterai menjadi salah satu faktor terpenting dalam duel roda ke roda.
"Ketika dia menggunakan ban medium, saya mulai bisa mengejarnya. Saya menyukai momen berburu seperti itu. Sejak kecil, ketika saya masih menggunakan gokart tua, saya selalu menjadi pemburu. Sangat menyenangkan bisa kembali berada dalam posisi tersebut dan mengejar seorang juara dunia di depan saya," katanya.
Hamilton mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah mengatasi defisit tenaga yang menurutnya masih dimiliki Ferrari dibandingkan beberapa rival utama. Bahkan ketika menggunakan mode overtake, ia merasa Red Bull masih memiliki keunggulan tenaga di lintasan lurus.
Karena itu, setiap lap menuntut perhitungan yang sangat detail terkait penggunaan energi listrik. Hamilton harus memastikan cadangan baterainya tersedia pada titik-titik yang tepat agar mampu bertahan saat Verstappen melakukan serangan balik.
"Bahkan ketika kami menggunakan mode overtake, mereka masih memiliki tenaga lebih besar di lintasan lurus. Saya harus melakukan banyak perhitungan, mencoba memahami bagaimana memaksimalkan penggunaan energi baterai di setiap lintasan lurus dan memastikan saya memiliki cukup energi pada titik yang tepat. Syukurlah saya berhasil melakukannya," jelas Hamilton.
Duel tersebut menjadi salah satu sorotan utama Grand Prix Kanada karena mempertemukan dua pembalap paling sukses dalam era modern Formula 1. Bagi Hamilton, posisi kedua mungkin tidak mengubah situasi Ferrari secara instan dalam perebutan gelar, tetapi performa kompetitif melawan Verstappen memberikan sinyal positif bahwa tim asal Maranello mulai menemukan fondasi yang lebih kuat untuk bersaing di barisan depan. Dengan memasuki rangkaian balapan Eropa, momentum dari Montreal berpotensi menjadi titik penting dalam upaya Ferrari memperkecil jarak terhadap para rivalnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!