Lewis Hamilton harus menelan pil pahit dan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada garasi Scuderia Ferrari setelah melakukan kesalahan strategi krusial pada balapan Formula 1. Juara dunia tujuh kali itu memilih untuk mengabaikan instruksi panggilan pit wall dan tetap berada di lintasan saat periode Virtual Safety Car diaktifkan pada Lap 39, menyusul insiden yang menimpa Lance Stroll. Keputusan mandiri tersebut membuat keunggulan posisinya runtuh seketika di fase-fase akhir balapan.
Keputusan kontroversial ini bermula ketika Ferrari menginstruksikan kedua pembalapnya untuk masuk ke jalur pit demi mengganti ban baru. Berbeda dengan Charles Leclerc yang langsung patuh dan menyelesaikan pit stop kedua dengan mulus, Hamilton justru memutuskan meneruskan stint panjang menggunakan kompon ban lunak yang sudah terpasang sejak jauh sebelumnya. Langkah ini sempat melambungkan posisi pembalap asal Inggris tersebut ke peringkat kedua di belakang pemenang balapan, Max Verstappen.
Namun, keuntungan posisi tersebut tidak bertahan lama seiring ban kompon lunak milik Hamilton yang mengalami degradasi parah akibat dipaksa melibas 44 putaran penuh. Leclerc berhasil merebut kembali posisi di depannya pada Lap 46, sebelum performa mobilnya semakin kedodoran di sisa balapan. Pembalap masa depan Mercedes, Kimi Antonelli, sukses menyalipnya untuk merebut posisi ketiga pada Lap 54, disusul kemudian oleh Lando Norris dan Oscar Piastri yang memanfaatkan keausan ban tersebut menjelang garis finis.

Principal tim Ferrari, Fred Vasseur, mengonfirmasi bahwa inisiatif bertahan di trek murni berasal dari keputusan pembalap bernomor 44 tersebut, bukan kesalahan dari tembok pit. Vasseur menyayangkan peluang emas tim Kuda Jingkrak untuk mengamankan posisi finis podium ganda P2 dan P3 yang sudah di depan mata harus sirna akibat blunder strategi ini. Menurut Vasseur, kurangnya data akibat kondisi trek basah pada sesi sprint hari Sabtu membuat seluruh tim harus menghadapi balapan utama dalam kondisi meraba-raba performa ban.
Selepas melintasi garis finis di posisi keenam, Hamilton langsung meluapkan penyesalannya melalui radi tim. Dilansir dari Speedcafe, pembalap senior tersebut secara kesatria mengakui bahwa dirinya telah merugikan perolehan poin penting tim akibat keputusan egoisnya di tengah balapan. “Maaf, kawan-kawan. Saya mengecewakan kalian hari ini dengan strategi itu. Keputusan saya, dan saya membuat kita kehilangan poin berharga. Saya akan mencoba menebusnya di balapan berikutnya,” ujar sang juara dunia di lap pendinginan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!