Liam Lawson mengaku belum sempat menjejakkan kaki di Inggris ketika mendapat kabar mengejutkan: dia ditarik kembali ke Red Bull untuk GP Belanda. Padahal, pebalap asal Selandia Baru itu baru saja mendarat dari liburan musim panas dan bersiap menjalani persiapan normal bersama Racing Bulls.
Keputusan ini muncul setelah Isack Hadjar cedera pergelangan tangan saat jeda musim panas, memaksa Red Bull mencari pengganti cepat. Lawson yang berada di peringkat kesembilan klasemen pebalap pun mendapat telepon dari manajer tim Racing Bulls, Alan Permane, sebelum dia sempat keluar dari bandara.
"Saya benar-benar mendarat, belum sempat turun dari pesawat," ujar Lawson. "Saya datang dari masa liburan dan mendarat di Inggris untuk persiapan VCARB. Alan menelepon dan memberi tahu situasinya. Minggu saya langsung berubah total."

Kepindahan ini menjadi kesempatan kedua Lawson bersama tim utama Red Bull setelah sebelumnya hanya bertahan dua seri di awal musim 2025. Kini dia diminta beradaptasi dengan RB22 yang jauh berbeda, sementara Yuki Tsunoda dipinjamkan ke Racing Bulls untuk menggantikannya.
Dengan format sprint di Zandvoort, Lawson hanya punya satu sesi latihan sebelum langsung melaju ke kualifikasi. Dia sadar tantangan itu besar, tetapi yakin pengalaman yang dia kumpulkan sejak kembali membalap di Racing Bulls akan membantunya.
"Semuanya terasa sangat berbeda. Saya datang dengan situasi unik, mencoba memaksimalkan satu akhir pekan. Ini jelas berbeda dengan berada di tim sendiri," kata Lawson. "Saya sudah banyak belajar sejak itu, termasuk di F1. Saya akan mencoba membawa semua itu ke akhir pekan ini."
Lawson juga menjalani sesi simulator bersama Red Bull pada Rabu untuk mempersingkat waktu adaptasi. Dia merasa terbantu karena unit tenaga yang digunakan sama dengan yang dia kenal, setidaknya mengurangi satu variabel asing.
"Unit tenaganya sama, semoga itu membantu. Tapi mobilnya sendiri sangat berbeda, itu pasti tantangan. Dengan format sprint yang hanya punya satu latihan, saya sadar akan banyak hal yang harus dikejar," jelasnya.
Dia memperkirakan sesi latihan Jumat akan dihabiskan untuk memahami karakter RB22, sambil memanfaatkan data dari Max Verstappen sebagai referensi utama mempercepat proses adaptasi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!