Laurent Mekies memperingatkan bahwa Red Bull Racing menghadapi risiko teknis besar setelah putusan sistem ADUO 2026 menetapkan mesin tim tersebut sebagai yang terkuat di grid Formula 1. Keputusan itu membuat Red Bull tidak dapat meningkatkan mesin pembakaran internalnya sepanjang musim ini.
Sistem baru tersebut diperkenalkan oleh FIA untuk mencegah satu pabrikan mempertahankan keunggulan terlalu lama setelah regulasi baru diberlakukan. Setelah menganalisis data dari putaran-putaran awal musim, FIA menyimpulkan bahwa performa mesin Red Bull merupakan yang terkuat di antara seluruh peserta.
Kesimpulan tersebut mengejutkan Red Bull, yang memiliki penilaian berbeda terhadap posisi kompetitif unit tenaganya. FIA kemudian melakukan peninjauan terhadap hasil awal tersebut, sementara laporan yang tersedia menyebut belum ada perubahan terhadap keputusan yang telah dibuat.

“Ada risiko besar bagi Red Bull. Karena itu, sangat penting bagi Red Bull dan olahraga ini secara umum untuk memastikan bahwa gambaran yang digunakan benar,” kata Mekies kepada media, termasuk RacingNews365.
Persoalan utama Red Bull terletak pada cakupan penilaian ADUO yang hanya berfokus pada elemen mesin pembakaran internal dari power unit. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bahwa pabrikan lain masih dapat mengembangkan komponen lain dari sistem tenaga, sementara Red Bull tidak memiliki kesempatan setara untuk meningkatkan bagian mesinnya.
Menurut Mekies, perbedaan antara berada di sisi yang memperoleh izin pengembangan dan pihak yang tidak mendapatkannya akan menghasilkan konsekuensi besar. Dampaknya tidak hanya berlaku terhadap daya saing Red Bull sepanjang musim 2026, tetapi juga dapat memengaruhi arah proyek teknis tim untuk musim berikutnya.
“Kami melakukan diskusi yang sangat konstruktif dengan FIA. Mereka menjalankan peninjauan dan kami bertukar sebanyak mungkin data agar mereka memperoleh gambaran yang benar serta lengkap,” ujar Mekies.
Red Bull menerima bahwa proses peninjauan membutuhkan waktu, meski tim menginginkan kesimpulan lebih awal. Bagi Mekies, akurasi keputusan lebih penting daripada kecepatannya karena regulasi tersebut dapat menentukan ruang pengembangan mesin, keseimbangan performa antarpabrikan, dan kemampuan Red Bull merespons kemajuan rival sepanjang musim.
Dengan putusan ADUO sementara tetap berlaku, Red Bull harus memaksimalkan paket yang tersedia tanpa peningkatan mesin pembakaran internal. Penjelasan akhir FIA akan menjadi penting dalam menentukan apakah pembatasan tersebut tetap dipertahankan dan seberapa besar pengaruhnya terhadap program Red Bull pada sisa musim Formula 1 2026 dan persiapan menuju tahun berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!