Lando Norris meyakini dirinya memiliki kecepatan untuk memperebutkan kemenangan di Grand Prix Belgia, tetapi serangkaian masalah membuat peluang tersebut hilang sepanjang balapan.
Pembalap McLaren itu awalnya lolos kualifikasi di posisi ketiga. Namun, ia harus turun 10 tempat di grid karena menggunakan komponen power unit baru di luar alokasi musim dan akhirnya memulai balapan dari posisi ke-13.
Norris kemudian berusaha menembus rombongan, tetapi tidak masuk pit ketika Virtual Safety Car diberlakukan. Sejumlah rival yang menggunakan ban keras memanfaatkan periode tersebut, sementara waktu kemunculan VSC dinilai terlalu cepat untuk strategi Norris.

“Kecepatannya luar biasa. Kami cukup cepat untuk meraih podium, tetapi semuanya menjadi lebih sulit karena saya harus memulai dari posisi ke-13,” kata Norris.
Ia memperkirakan kehilangan sekitar 10 detik akibat tidak melakukan pit stop di bawah VSC. Kerugian tersebut kemudian bertambah lima hingga enam detik karena pit stop yang lambat saat Norris akhirnya masuk ke pit lane.
“Jadi ada sekitar 16 detik yang ditambahkan ke waktu balapan saya. Itu membuat pekerjaan saya menjadi sangat sulit,” ujarnya. McLaren akan mengevaluasi apakah Norris seharusnya dipanggil masuk ketika periode VSC berlangsung.
Norris menilai mobilnya sebenarnya memiliki kecepatan murni untuk meraih podium, bahkan ikut bertarung memperebutkan kemenangan. Namun, penalti grid, keputusan strategi, dan pit stop lambat membuat balapannya semakin sulit sejak awal.
Hasil tersebut menambah frustrasi McLaren dalam musim yang menantang. Setelah memasuki 2026 dengan target mempertahankan gelar, tim masih belum berhasil meraih kemenangan dan kembali gagal mengubah potensi kecepatan menjadi hasil maksimal di Belgia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!