Charles Leclerc menghancurkan Ferrari-nya di Parabolica pada lap kedua, memaksa bendera merah di Grand Prix Italia. Insiden kecepatan tinggi ini menghentikan balapan di Monza dan memicu kekhawatiran besar di garasi tim pabrikan asal Maranello tersebut.
Leclerc kehilangan kendali saat melewati chicane Ascari, kemudian mobilnya melintir di tikungan terakhir dan menabrak pembatas dengan keras. Beruntung, pembalap asal Monako itu segera keluar dari kokpit dan mengonfirmasi kondisinya aman, meski momen tersebut sempat menahan napas seluruh paddock.
Insiden di Tikungan Kedua: Awal Mula Drama Ferrari
Sebelum kecelakaan fatal itu, drama sudah dimulai sejak lap pembuka. Lewis Hamilton mencoba menyalip Leclerc di Tikungan 2, namun menurut Hamilton, Leclerc mendorongnya keluar trek hingga masuk gravel. Insiden ini menjadi bumbu perseteruan di antara dua pembalap yang sama-sama mengincar podium.

Leclerc sempat memimpin balapan setelah melewati polesitter Pierre Gasly, namun kemudian disusul kembali. Ia juga kehilangan posisi dari Max Verstappen sebelum akhirnya kehilangan kendali di momen yang menentukan.
Dilema Strategi dan Nasib Balapan di Monza
Saat bendera merah dikibarkan, George Russell memimpin jalannya balapan setelah melewati Gasly di awal lap kedua. Di belakangnya, persaingan ketat terjadi antara Gasly, Verstappen, dan Franco Colapinto yang menunjukkan performa impresif bersama Alpine.
Kecelakaan ini mengingatkan pada insiden serupa yang dialami Leclerc di GP Italia 2020, juga di Parabolica. Pertanyaannya kini, apakah Ferrari mampu bangkit dari pukulan telak ini dan apakah keputusan strategi saat restart akan menjadi penentu akhir pekan di kandang sendiri? Monza selalu penuh drama, dan tahun ini tidak terkecuali.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!