Keputusan Max Verstappen untuk meneken perpanjangan kontrak dengan Red Bull Racing membuat para pembalap Formula 1 lain bisa bernapas lega. Demikian diungkapkan mantan pembalap F1, David Coulthard. Kesepakatan baru tersebut mengikat Verstappen bersama tim asal Milton Keynes itu hingga akhir musim 2030.
Dalam episode terbaru podcast Up To Speed menjelang Grand Prix Belanda di Zandvoort, Coulthard menjelaskan efek berantai dari kesepakatan yang diumumkan tepat sebelum balapan kandang Verstappen tersebut. Menurutnya, kabar ini menjadi kelegaan besar bagi pembalap lain yang kontraknya akan habis dan sempat khawatir kehilangan kursi karena kehadiran pembalap Belanda itu.
"Saya katakan, siapa yang akan bernapas lega adalah pembalap mana pun yang berpotensi kehabisan kontrak. Karena ketika Anda memiliki Max Verstappen yang berbicara dengan semua tim terbaik, maka Anda akan terancam," jelas Coulthard, yang pernah menjadi rekan setim Michael Schumacher di awal kariernya.

Coulthard pun mengenang pengalamannya sendiri saat di McLaren. "Saya punya klausul di kontrak pertama saya dengan McLaren bahwa mereka bisa mengganti saya dengan Michael Schumacher, dan tentu saja saya tidak terlalu senang dengan itu. Itu tidak ada di kontrak kedua saya, tetapi pindah dari Williams ke McLaren, Ron Dennis ingin menjaga peluang untuk bisa mendapatkan Michael, yang jelas pada tahap itu adalah orang yang sedang naik daun," tuturnya.
Sebelum pengumuman kontrak, Verstappen sempat dikaitkan dengan Mercedes dan McLaren. Coulthard menilai George Russell akan bernapas lega dengan keputusan Verstappen bertahan. "George akan bernapas lega," ujarnya, merujuk pada pembalap Mercedes yang posisinya sempat dikabarkan terancam. "Saya tahu Kimi Antonelli bilang dia tidak keberatan, tetapi keuntungan dari masa muda adalah Anda tidak tahu apa yang tidak Anda tahu. Saya pikir Max akan menjadi rekan setim yang tangguh bagi siapa pun," tambah Coulthard.
Pengumuman kontrak Verstappen datang di pekan yang sama ketika Williams mengonfirmasi perpanjangan kontrak untuk Alex Albon dan Carlos Sainz. Dengan demikian, hiruk pikuk drama perpindahan pembalap di F1 musim ini sedikit mereda, dan para pembalap lain kini bisa fokus pada persaingan di lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!