Ketegangan internal melanda garasi Aspar setelah bos tim, Jorge Martinez, secara terbuka mengungkap bahwa hubungan antara David Alonso dan Dani Holgado memburuk secara drastis sepanjang musim balap 2026. Situasi yang tidak kondusif ini bahkan memaksa manajemen tim untuk mengambil langkah tegas dengan memisahkan area istirahat kedua pembalap tersebut di dalam truk tim demi menghindari gesekan langsung.
Permasalahan internal ini mencuat ke permukaan setelah Alonso, yang dipastikan akan naik kelas ke MotoGP bersama LCR Honda pada musim 2027, melontarkan kritik pedas usai insiden senggolan di Grand Prix Indonesia. Pembalap muda berbakat itu secara terbuka menyebut Holgado, yang musim depan bakal memperkuat Gresini Ducati, sebagai sosok yang "bukan orang baik" dan bahkan mengecam atmosfer di dalam skuad Aspar sebagai situasi yang "bukan bahkan sebuah tim".
Menanggapi komentar keras tersebut, Jorge Martinez menilai pernyataan anak asuhnya tersebut sangat tidak pada tempatnya. Berbicara kepada DAZN, sang veteran balap sekaligus pemilik tim menjelaskan bahwa akar permasalahan ini telah tumbuh sejak lama akibat berbagai ketidaksepakatan kecil yang terus menumpuk dari waktu ke waktu di antara kedua pembalap rival berat tersebut.

“Masalahnya adalah ada banyak ketidaksepakatan, tentang banyak hal, untuk waktu yang lama,” ungkap Martinez kepada penyiar asal Spanyol tersebut. Ia menambahkan, “Tahun ini kami bahkan memisahkan mereka di truk, agar mereka tidak bersama. Mereka bahkan memiliki kamar yang terpisah. Banyak detail kecil yang saya pikir telah bertambah, dan mungkin itulah yang mengarah pada perpisahan akhir ini. Kami akan mengelolanya dengan cara sebaik mungkin; tim memiliki hubungan yang sangat baik, dan kami harus tahu cara mengelola hubungan di antara keduanya.”
Meski mengakui perlunya memberikan sanksi ringan atau teguran kepada kedua pembalap yang dianggap sama-sama layak mendapatkannya, Martinez realistis dan tidak berniat memaksakan perdamaian palsu di antara mereka. Ia menyadari bahwa rivalitas sengit di lintasan seringkali melahirkan ketegangan personal yang sulit disatukan kembali di luar trek.
“Saya tidak berpikir saya harus memaksa mereka untuk berjabat tangan atau akur sekarang,” tegas Martinez. “Ini telah terjadi untuk sementara waktu; ini bukan hal baru. Pada akhirnya, segala sesuatunya mencapai titik puncaknya. Seperti yang saya katakan, kita harus melihat bagaimana kita dapat menyelamatkan situasi. Mereka bukan teman; saya tidak dapat memaksa mereka untuk menjadi teman, tetapi saya dapat mencoba membuat keadaan menjadi lebih baik di jalur balap.”
Martinez juga memaklumi bahwa gesekan semacam ini adalah harga yang harus dibayar ketika sebuah tim menaungi dua pembalap top yang sama-sama memiliki mentalitas pemenang yang kuat. Menatap sisa empat hingga lima balapan musim ini, sang manajer berharap seluruh rangkaian seri penutup dapat diselesaikan dengan hasil sebaik mungkin tanpa mengorbankan profesionalisme tim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!