Komentar radio Lewis Hamilton yang frustrasi kepada tim Ferrari saat Grand Prix Belanda di Zandvoort menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan penggemar Formula 1. Juara dunia tujuh kali itu meluapkan kekesalannya ketika merasa terhambat oleh rekan setimnya, Charles Leclerc, yang menjalani strategi berbeda.
Hamilton juga sempat bertanya apakah dirinya dijadikan "kelinci percobaan" saat ingin masuk pit untuk mengganti ban keras, tetapi tim memilih untuk menahannya di lintasan. Setelah balapan, ia pun meminta maaf atas komentarnya, mengakui bahwa dirinya tidak menampilkan versi terbaik dari dirinya selama balapan berlangsung.
Reaksi penggemar di media sosial pun terbelah. Sebagian mendukung sikap Hamilton, sebagian lagi mengkritik cara penyampaiannya. Salah satu komentar di Reddit menyebut, "Dinding pit Ferrari yang seharusnya minta maaf; mereka seharusnya dengan jelas menyuruh Charles untuk 'box atau bertukar posisi dengan Lewis' satu lap sebelumnya."

Penggemar lain menambahkan, "Saya sudah bilang sejak Hungaria, Ferrari ingin bermain adil kepada kedua pembalapnya, tapi mereka perlu sadar bahwa setiap balapan mereka harus memprioritaskan siapa yang memiliki strategi lebih baik." Ada pula yang menulis, "Kenapa repot-repot memakai strategi berbeda jika tidak akan memakai team order untuk memaksimalkan hasil... Dasar Ferrari. Seolah mereka ingin kita semua mengira mereka bermain catur 3D, padahal mereka datang dengan pion catur."
Di sisi lain, ada yang menikmati sisi "sassy" dari Hamilton. Namun, tidak sedikit yang menyarankan agar ia menyimpan keluhannya untuk dibicarakan secara pribadi. "Saya benci melihat hinaan ini disiarkan. Itu tidak menghormati timnya. Tim yang memberinya mobil tercepat kedua di grid. Simpan untuk tatap muka, saat kamera tidak menyorotmu, Lewis," tulis salah satu netizen.
Dalam pesan setelah balapan, Hamilton bertanggung jawab atas komentarnya: "Saya sudah mendengarkan kembali beberapa komentar radio dan TV saya. Dalam panasnya momen, frustrasi bisa muncul, terutama ketika Anda peduli sedalam ini. Tapi itu bukan versi terbaik dari diri saya. Saya bertanggung jawab atas hal itu, dan saya akan menjadi lebih baik. Gairah itu datang dari keyakinan pada tim ini, orang-orang di dalamnya, dan apa yang kita bangun bersama. Arahnya jelas. Keyakinannya ada. Dan perjuangan masih terus berlanjut."
Insiden ini tentu menjadi sorotan, mengingat Lewis Hamilton tengah berjuang untuk tampil konsisten bersama Ferrari di musim ini. Sementara itu, hubungan antar pembalap di dalam tim menjadi perhatian, apalagi dengan adanya Charles Leclerc yang kerap bersaing ketat. Akankah ini menjadi pelajaran berharga bagi kedua pihak?



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!