SPONSORED

Klausul Kontrak KTM Paksa Maverick Vinales Balapan Sambil Cedera

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Klausul Kontrak KTM Paksa Maverick Vinales Balapan Sambil Cedera
TO NEWS OVERVIEW
Vinales says he doesn't get paid if he misses too many races © Gold and Goose

Maverick Vinales mengungkap fakta mengejutkan mengenai klausul dalam kontraknya bersama pabrikan asal Austria tersebut di ajang MotoGP 2026. Pembalap tim Tech3 itu terpaksa harus tetap turun ke lintasan meskipun kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya dari cedera bahu parah yang dialaminya sejak musim lalu.

Masalah fisik ini bermula ketika Vinales mengalami kecelakaan hebat saat sesi kualifikasi Grand Prix Jerman tahun lalu. Akibat insiden tersebut, ia harus menjalani serangkaian masa pemulihan dan melewatkan banyak balapan penting. Ia sempat absen pada tiga seri awal musim demi menjalani operasi, kemudian kembali menepi dalam empat balapan berturut-turut usai jeda musim panas.

Meskipun sempat mencoba kembali membalap di GP Jepang dengan finis di posisi ke-14, ia masih merasakan kesakitan luar biasa pada akhir pekan GP Indonesia dan Australia. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki pilihan lain selain memaksakan diri menahan rasa sakit demi mengamankan hak finansialnya. Situasi pelik ini terjadi karena adanya aturan pemotongan gaji di dalam kontrak yang mulai berlaku jika seorang pembalap absen lebih dari tiga kali akibat cedera.

Sergio Perez Resmi Teken Perpanjangan Kontrak Bersama Cadillac F1 Hingga 2029
Baca JugaSergio Perez Resmi Teken Perpanjangan Kontrak Bersama Cadillac F1 Hingga 2029

"Bagi saya, membalap seperti ini sama sekali tidak masuk akal, karena saya adalah orang pertama yang tidak ingin berada di posisi belakang, dan karena saya sangat menderita," ujar Vinales kepada awak media. Bahu saya terasa sakit, tetapi jika saya tetap di rumah, saya tidak dibayar. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Jelas, saya cedera di Q1, membalap untuk KTM, tetapi kontrak yang Anda tanda tangani adalah seperti itu. Anda menandatangani bahwa Anda dapat melewatkan tiga balapan, dan setelah balapan keempat, mereka mulai memotong uang."

ADVERTISEMENT

Situasi kontrak yang ketat ini kembali membuka perdebatan lama mengenai pentingnya pembentukan serikat pekerja bagi para pembalap, mirip dengan Grand Prix Drivers Association yang melindungi hak-hak atlet di Formula 1. Vinales menilai bahwa olahraga balap motor memiliki risiko yang sangat tinggi, di mana kecelakaan dan cedera adalah hal yang tidak bisa dihindari oleh siapapun, termasuk kasus serupa yang menimpa Toprak Razgatlioglu baru-baru ini.

Tekanan fisik di kejuaraan dunia balap roda dua ini juga diperparah dengan perubahan format akhir pekan yang semakin padat sejak diperkenalkannya sesi balapan sprint. Statistik menunjukkan bahwa rata-rata jumlah pembalap yang absen akibat cedera melonjak drastis, sehingga isu perlindungan kontrak pembalap kini menjadi topik mendesak yang harus segera dievaluasi oleh promotor maupun pabrikan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU