Panggung penutup musim World Endurance Championship di sirkuit legendaris Monza menyajikan drama balap ketahanan yang luar biasa intens. Dilansir dari FormulaPassion, seri pamungkas bertajuk 6 Jam Monza ini tidak hanya menjadi panggung kebangkitan bagi Cadillac Hertz Team Jota yang sukses memutus puasa kemenangan mereka, tetapi juga menjadi saksi bisu penobatan para penguasa takhta dunia balap ketahanan musim ini. Pertarungan di atas aspal panas Monza menguji batas ketahanan mekanis mobil Hypercar dan konsistensi tingkat tinggi dari setiap pembalap di bawah tekanan telemetri yang sangat ketat.
Di kategori utama Hypercar, Toyota Gazoo Racing sebenarnya sudah mengamankan mahkota juara dunia konstruktor sebelum tiba di Italia. Namun, drama terjadi di dalam garasi internal tim ketika trio mobil nomor 8 yang digawangi oleh Brendon Hartley, Ryo Hirakawa, dan Sebastien Buemi harus berjuang keras meski akhirnya menyelesaikan balapan di luar zona poin. Hasil serupa juga dialami oleh rekan setim mereka, yakni trio mobil nomor 7 yang dikomandoi oleh Mike Conway, Kamui Kobayashi, dan Nyck de Vries, yang gagal mengungguli perolehan poin krusial dalam perebutan gelar internal. Kendati demikian, keunggulan poin masif yang telah dikumpulkan sepanjang kalender balap memastikan trio Hartley, Hirakawa, dan Buemi sah keluar sebagai juara dunia pembalap Hypercar 2026 dengan koleksi 114 poin.
Sementara itu, sorotan utama di atas lintasan mendarat telak pada performa brilian mobil Cadillac nomor 38. Aksi memukau diperagakan oleh Jack Aitken bersama rekan-rekan setimnya yang mampu memaksimalkan cengkeraman ban serta efisiensi aerodinamika di zona pengereman berat Monza. Manuver tajam di tikungan lambat dikombinasikan dengan manajemen kompon ban yang nyaris sempurna membuat Cadillac mampu meredam gempuran dari para rival terdekat seperti BMW M Team WRT dan Ferrari AF Corse. Di sisi lain, debutan kelas Hypercar seperti Alex Quinn yang memperkuat Peugeot TotalEnergies juga menunjukkan progres adaptasi yang menjanjikan di tengah sengitnya persaingan papan atas.

Beralih ke keriuhan kelas LMGT3, pertarungan tak kalah dramatis tersaji sepanjang enam jam durasi balapan. Trio pembalap Ricard Pera, Richard Lietz, dan Yasser Shahin tampil luar biasa perkasa di atas lintasan Monza dengan menyabet kemenangan podium tertinggi di kelas GT. Kecepatan optimal di sektor tengah sirkuit serta strategi pit stop yang dieksekusi secara presisi membuat mereka mendominasi jalannya lomba sejak sesi awal hingga bendera finis berkibar.
Namun, hasil gemilang di Monza tersebut belum cukup untuk menggeser puncak klasemen akhir kejuaraan dunia pembalap LMGT3. Gelar juara dunia yang sangat diidam-idamkan akhirnya jatuh ke tangan Jonny Edgar yang tampil konsisten bersama skuad Corvette TF Sport. Konsistensi perolehan poin dari seri ke seri menjadi kunci utama kesuksesan TF Sport mengunci titel juara dunia kategori tim dan pembalap, menutup musim kompetisi 2026 dengan catatan sejarah yang membanggakan di kancah balap ketahanan internasional.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!