Kimi Antonelli harus menelan pil pahit pada sesi kualifikasi Azerbaijan Grand Prix 2026 di Sirkuit Baku. Pembalap Mercedes itu mengalami crash di tikungan pertama Q1, yang membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-16. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi pemimpin klasemen yang sedang dalam performa apik setelah dua kemenangan beruntun di Monza dan Madrid.
Dalam wawancara dengan Sky F1 usai sesi, Antonelli mengungkapkan kekecewaannya. “Saya sangat marah soal ini,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa peningkatan grip yang signifikan dari lap ke lap membuatnya terkejut. “Grip meningkat sangat cepat, lap demi lap. Saya masuk tikungan, dan tiba-tiba bagian depan mobil terasa jauh lebih kuat dibanding lap sebelumnya. Sayangnya, saya menyentuh dinding. Itu murni kesalahan saya. Sangat tidak perlu,” tambahnya.
Crash tersebut menyebabkan kerusakan pada ban depan kiri dan suspensi mobilnya. Tim Mercedes segera memerintahkan pembalap Italia itu untuk berhenti di tempat aman. Akibatnya, ia harus menyaksikan sisa sesi kualifikasi dari pit lane, sementara rival terdekatnya, George Russell, tampil dominan dengan meraih pole position, unggul hampir 0,9 detik dari Charles Leclerc dari Ferrari.

Russell, yang merupakan rekan setim Antonelli, telah menunjukkan kecepatan luar biasa sepanjang akhir pekan di Baku. Performa impresifnya di kualifikasi menegaskan bahwa Mercedes memiliki paket kompetitif di sirkuit jalanan ini. Namun, bagi Antonelli, balapan akan menjadi misi pemulihan yang menantang dari posisi ke-16.
Meski demikian, mantan pembalap McLaren, Lando Norris, yakin bahwa Antonelli masih bisa bangkit dan finis kedua pada balapan nanti. Keyakinan ini didasari oleh kemampuan Antonelli yang pernah comeback dari posisi ke-19 di Grand Prix Italia setelah penalti mesin, dan berhasil meraih kemenangan dramatis di depan tifosi sendiri.
Mercedes sebelumnya mempertimbangkan untuk memberikan penalti mesin kepada Russell di Baku karena sirkuit ini menawarkan banyak peluang overtaking. Namun, rencana itu ditunda untuk diselaraskan dengan upgrade ADUO. Keputusan ini menunjukkan strategi tim dalam mengelola performa kedua pembalapnya di sisa musim.
Dengan insiden ini, Antonelli tetap memimpin klasemen dengan keunggulan 81 poin atas Russell. Namun, jika Russell terus tampil gemilang dan Antonelli gagal memaksimalkan balapan, persaingan gelar bisa kembali memanas. Balapan Azerbaijan GP akan menjadi ujian mental dan teknis bagi Antonelli untuk membuktikan bahwa ia layak menyandang status pemimpin klasemen.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!