Andrea Kimi Antonelli menutup Grand Prix Italia di Monza dengan cara yang tak akan pernah ia lupakan. Pembalap Mercedes itu menjadi pembalap Italia pertama yang menang di kandang sendiri sejak tahun 1966, dan ia menggambarkan momen tersebut sebagai "mimpi yang menjadi kenyataan" dalam pesan emosionalnya kepada para penggemar, Senin pagi setelah balapan.
Kemenangan itu terasa semakin manis karena ia harus memulainya dari posisi ke-19 setelah terkena penalti mesin. Namun dengan kegigihan khasnya, Antonelli bangkit dan melewati rekan setimnya, George Russell, di lap-lap akhir untuk meraih kemenangan ketujuhnya musim ini. Podium di depan publik sendiri selalu punya cerita berbeda, dan bagi Antonelli, sambutan para tifosi di sirkuit bersejarah itu sungguh di luar nalar.
"P1 di rumah!! Sulit menggambarkan kemarin. Ini mimpi yang menjadi kenyataan," tulisnya. "Yang saya alami adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan, podium Monza sungguh tak terlukiskan, kehangatan semua penggemar dan lautan manusia yang tak ada habisnya. Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada semua orang yang membuat ini mungkin dan yang membuat tahun ini spesial."

Kemenangan ini juga memperbesar keunggulannya di puncak klasemen pembalap. Kini ia unggul 66 poin atas Russell yang berada di posisi kedua. Dengan sisa musim yang masih panjang, keunggulan itu terbilang nyaman, tetapi Antonelli menolak berpikir bahwa gelar sudah di tangan.
"Tidak, tidak sama sekali. Saya menjalani balapan demi balapan karena Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi," ujarnya kepada Sky Sports F1. "Hari ini berjalan baik, kami punya peluang besar dan kami memanfaatkannya, tapi minggu depan ada Madrid dan itu akan menjadi tantangan baru. Kami harus tampil maksimal karena ini trek baru bagi semua orang dan penting untuk langsung on-point demi memaksimalkan waktu lintasan. Saya akan menikmati momen ini, lalu fokus ke balapan berikutnya, dan seterusnya sampai akhir musim."
Dengan tujuh kemenangan dari sepuluh seri, Antonelli jelas sedang dalam performa terbaiknya. Namun ia sadar betul bahwa musim F1 2026 masih panjang, dan setiap pekan menghadirkan ujian yang berbeda. Untuk saat ini, ia memilih menikmati euforia kemenangan bersejarah di hadapan publiknya sendiri—sesuatu yang layak dirayakan, sebelum kembali bertarung di sirkuit anyar Madrid.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!