Musim kompetisi Formula 1 2025 seharusnya dikenang sebagai salah satu era keemasan paling megah bagi McLaren. Di balik gemerlapnya pesta gelar ganda konstruktor dan pembalap yang dipimpin oleh Lando Norris, laporan finansial terbaru justru menyimpan kejutan tak terduga yang cukup mencengangkan para pengamat paddock.
Berdasarkan dokumen resmi yang diserahkan ke Companies House di Inggris, tim yang bermarkas di Woking ini membukukan kerugian bersih sebesar £17,3 juta GBP setelah pajak untuk tahun fiskal 2025. Padahal, dari sisi pendapatan kotor atau turnover, mereka mencetak rekor fantastis hingga menyentuh angka £588,4 juta GBP—melonjak sekitar £100 juta dibandingkan musim sebelumnya akibat bonus prestasi dan derasnya aliran dana sponsor.
Lonjakan pendapatan tersebut diiringi pula oleh pembengkakan biaya operasional dan beban pokok penjualan yang melonjak drastis hingga £534,3 juta GBP. Situasi ini menggerus margin keuntungan kotor mereka, yang kemudian diperparah oleh biaya pengeluaran operasional mencapai £129,6 juta GBP sebelum akhirnya ditutup dengan catatan rugi sebelum pajak sekitar £42,7 juta GBP.

Di balik angka kerugian tersebut, salah satu faktor krusial yang mempengaruhi neraca keuangan tim adalah pelunasan utang investasi era pandemi COVID-19. Pada September 2025, McLaren berhasil melunasi seluruh obligasi pinjaman dari para investor seperti MSP Sports Capital, yang sebelumnya masuk menyelamatkan keuangan tim pada akhir 2020 silam.
Sementara itu, CEO McLaren yakni Zak Brown dilaporkan menerima paket kompensasi fantastis atas kesuksesan manajemen komersial dan prestasi tim di lintasan. Dokumen finansial menunjukkan bayaran pokok dan insentif jangka panjang yang diterimanya melonjak signifikan, menjadikannya salah satu eksekutif paling bernilai tinggi di kancah olahraga global saat ini.
Kendati harus membukukan kerugian secara akuntansi, kesehatan finansial McLaren secara fundamental tetap berada di jalur aman. Tim masih memegang cadangan aset bersih yang kuat senilai hampir £46 juta GBP, memastikan fondasi stabilitas skuad oranye pepaya ini tetap kokoh menghadapi regulasi baru Formula 1 mendatang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!