KTM kembali mencatatkan momentum positif di dalam maupun luar lintasan balap, menyusul kemenangan Pedro Acosta pada balapan Sprint di Sepang. Di balik performa impresif armada pabrikan asal Mattighofen tersebut, situasi finansial perusahaan induk mereka, Bajaj Auto, juga menunjukkan grafik mendaki yang sangat signifikan dan menggebrak bursa saham global.
Laporan keuangan kuartal kedua 2026 yang dirilis baru-baru ini mencatatkan rekor baru yang fantastis bagi Bajaj Auto. Ini menandai kuartal kepecayaan kelima secara berturut-turut di mana raksasa otomotif asal India tersebut berhasil membukukan angka tertinggi dalam sejarah mereka, meliputi sektor pendapatan, EBITDA, hingga perolehan laba bersih setelah pajak.
Berdasarkan data resmi, total pendapatan perusahaan mengalami lonjakan sebesar 34 persen dengan menyentuh kisaran angka 1,9 miliar euro. Sementara itu, catatan laba bersih setelah pajak melesat hingga 35 persen menjadi 316,5 juta euro, dibarengi dengan pencapaian luar biasa pada kuota ekspor yang melonjak tajam hingga 41 persen.

Lonjakan performa finansial ini didorong oleh total volume penjualan global yang sukses menembus angka 1,5 juta unit. Permintaan yang sangat kuat pada segmen sepeda motor premium serta lini kendaraan ramah lingkungan seperti e-scooter Chetakāyang kini sukses menembus tonggak sejuta unitāmemberikan kontribusi margin positif yang sangat signifikan bagi neraca keuangan grup secara keseluruhan.
Perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada tanggal 3 November 2026, di mana laporan keuangan kuartal ketiga KTM dijadwalkan rilis. Selain laporan finansial tersebut, pabrikan berjuluk 'Oranye' ini juga bersiap menggelar konferensi pers akbar di pameran otomotif EICMA di Milan, yang diprediksi bakal menjadi tonggak penting strategi produk mereka berikutnya.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!