SPONSORED

Kesalahan Manusia FIA Bikin Mode Salip F1 GP Singapura Kacau

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Kesalahan Manusia FIA Bikin Mode Salip F1 GP Singapura Kacau
TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Akhir pekan balap Formula 1 di Sirkuit Marina Bay diwarnai oleh drama ruang kendali yang berimbas langsung pada jalurnya kompetisi di lintasan. Federasi Internasional Automobile atau FIA baru-baru ini mengonfirmasi bahwa telah terjadi insiden yang melibatkan faktor manusia dalam sesi kualifikasi sprint. Masalah ini secara spesifik membuat Mode Salip atau Overtake Mode tidak dapat diakses oleh para peserta tepat setelah bendera merah dikibarkan pada paruh pertama sesi SQ1.

Kendala operasional tersebut ternyata sama sekali tidak ada kaitannya dengan gangguan sistem pencatatan waktu yang sempat melanda jalurnya sesi pembuka kualifikasi sprint. Walaupun demikian, otoritas tertinggi balap mobil dunia itu mengakui secara terbuka bahwa kelalaian internal ini berpotensi besar memengaruhi hasil akhir pencapaian waktu para pembalap. Situasi genting tersebut langsung memantik perhatian serius dari berbagai pihak di paddock mengingat ketatnya persaingan antar tim papan atas.

Rangkaian kejadian bermula ketika sesi terpaksa dihentikan sementara akibat insiden yang melibatkan pembalap Sergio Perez hingga memunculkan kibaran bendera merah. Selepas prosedur restart dilakukan, kendala teknis non-mekanis mulai terdeteksi di dalam sistem pengoperasian sirkuit jalan raya Singapura yang ikonis tersebut. Ruang kendali balap baru menyadari adanya kealpaan fatal setelah beberapa menit jalannya sesi berlangsung di bawah lampu malam yang menyilaukan mata para penonton di tribun.

Hamilton Akui Blunder Strategi di GP Singapura
Baca JugaHamilton Akui Blunder Strategi di GP Singapura

Melalui pernyataan resmi yang dirilis ke publik, pihak otoritas olahraga menjelaskan situasi pelik tersebut secara transparan tanpa menutup-nutupi fakta yang terjadi. "Selama periode pertama Kualifikasi Sprint, terjadi kesalahan manusia di Ruang Kendali yang tidak berkaitan dengan masalah pengaturan waktu yang juga dialami di SQ1," demikian bunyi pernyataan resmi lembaga pengatur tersebut. Mereka menambahkan bahwa ketika ketidakaktifan fitur daya tambahan itu disadari, sistem sempat dihidupkan kembali hanya dalam durasi yang sangat singkat sebelum akhirnya dimatikan kembali secara permanen untuk sisa waktu yang ada.

ADVERTISEMENT

Durasi singkat selama 27 detik di mana fitur peningkatan tenaga sempat menyala mendadak ini memicu tanda tanya besar di kalangan analis teknik balap. Pihak federasi sendiri dengan jujur mengakui bahwa kesalahan manusia yang disesalkan ini berdampak langsung pada performa sejumlah mobil, sangat bergantung pada momen dan posisi mereka saat melibas tikungan demi tikungan. Kendati demikian, sesi lanjutan seperti SQ2 dan SQ3 dipastikan berjalan normal tanpa ada gangguan serupa yang merusak strategi tim-tim peserta.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU