Fernando Alonso mencatatkan hasil mengejutkan dengan finis kelima di Grand Prix Hungaria. Namun, keberhasilan ini justru memunculkan kekhawatiran di kubu Aston Martin karena tim belum memahami penyebab lonjakan performa tersebut. Berdasarkan analisis mendalam, artikel ini merangkum fakta dari laporan terkini tentang performa Alonso dan timnya di Hungaria.
Transisi menuju analisis lebih lanjut, keberhasilan ini menandai perubahan drastis dibandingkan hasil buruk di Spa-Francorchamps, sehingga memicu pertanyaan tentang faktor di balik kecepatan mobil.

Aston Martin menunjukkan perubahan signifikan di Grand Prix Hungaria. Setelah terpuruk di posisi belakang grid di Spa, Alonso dan rekan setimnya, Lance Stroll, berhasil meraih posisi kualifikasi kelima dan keenam. Hasil ini terwujud murni karena kecepatan mobil, meskipun Alonso absen di sesi latihan pertama akibat masalah punggung. Pada balapan, Alonso finis kelima dan Stroll ketujuh, mengamankan 16 poin penting bagi tim.
Poin ini mengangkat Aston Martin ke posisi keenam klasemen konstruktor, hanya tertinggal 18 poin dari Williams di posisi kelima. Oleh karena itu, hasil ini menjadi titik balik penting bagi tim berbasis di Silverstone tersebut.
Menurut Alonso, keberhasilan di Hungaria adalah “kejutan” yang membingungkan. “Kami kompetitif dan cepat, tetapi yang mengkhawatirkan adalah kami tidak tahu mengapa,” ujarnya dalam wawancara. Ia menyoroti pentingnya analisis mendalam di markas tim untuk memahami perbedaan performa antara Spa dan Hungaria. Salah satu fokus utama adalah sayap depan baru yang digunakan tim di Hungaroring.
Jika sayap depan terbukti menjadi kunci peningkatan performa, ini bisa menjadi kabar baik bagi Aston Martin. Namun, Alonso menegaskan bahwa tim harus memahami secara pasti faktor-faktor yang berkontribusi, termasuk pengaturan mobil dan perangkat aerodinamis lainnya.
Keberhasilan di Hungaria memberikan harapan bagi Aston Martin untuk terus bersaing di papan tengah. Akan tetapi, ketidakpastian mengenai penyebab performa ini menjadi tantangan. Tim diharapkan segera menganalisis data untuk memastikan konsistensi di balapan mendatang. Dengan hanya 18 poin memisahkan mereka dari posisi kelima, Aston Martin memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen konstruktor.
Untuk pembaruan lebih lanjut tentang Formula 1, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
219 |
|
2
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
169 |
|
3
|
|
George Russell
Mercedes
|
160 |
|
4
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
138 |
|
5
|
|
Lando Norris
McLaren
|
128 |
|
6
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
109 |
|
7
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
92 |
|
8
|
|
Isack Hadjar
Red Bull
|
68 |
|
9
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
43 |
|
10
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
42 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
379 |
|
2
|
|
Ferrari
|
307 |
|
3
|
|
McLaren
|
220 |
|
4
|
|
Red Bull
|
177 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
66 |
|
6
|
|
Alpine F1 Team
|
61 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
21 |
|
8
|
|
Audi
|
12 |
|
9
|
|
Williams
|
11 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
1 |
Baca Juga
Cadillac membantah rumor kepindahan Sergio Perez ke Williams. Bos tim Marcin Budkowski memuji performa Perez dan menegaskan komitmennya pada tim debutan F1 2026.
Graeme Lowdon dipecat Cadillac F1 setelah 11 balapan tanpa poin, senasib Christian Horner. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Cadillac Racing memecat Team Principal Graeme Lowdon setelah gagal mencetak poin di 11 balapan F1 2026. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!