Jorge Martin mengambil alih puncak klasemen MotoGP 2026 setelah finis ketiga pada Assen MotoGP 2026, hasil yang datang setelah Marco Bezzecchi tersingkir akibat crash pada awal balapan.
Pembalap Aprilia Racing itu kini memasuki jeda dua pekan sebelum MotoGP Jerman dengan keunggulan tujuh poin di klasemen. Situasi tersebut menjadi perubahan besar bagi Martin, yang sempat melewatkan tes pramusim pertama karena cedera dan bahkan belum yakin bisa tampil pada seri pembuka di Buriram.
"Saya sangat senang bisa memimpin klasemen. Enam bulan lalu saya tidak tahu apakah bisa memulai musim. Saya melewatkan tes pertama dan sekarang saya memimpin kejuaraan. Ini gila, sangat besar," kata Martin.

Di Assen, Martin sempat memimpin balapan pada fase awal, tetapi tidak memiliki pace untuk menahan tekanan dua pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura dan Raul Fernandez. Ogura akhirnya meraih kemenangan, Fernandez finis kedua, sementara Martin mengamankan podium ketiga.

Martin mengakui dirinya sudah memperkirakan tekanan dari pembalap Trackhouse karena jarak tidak pernah benar-benar menjauh. Ia mencoba menjaga ritme sendiri, tetapi merasa tidak memiliki kecepatan tambahan untuk melawan ketika Ogura dan Fernandez mulai menyerang.
"Saya sangat senang dengan performa hari ini karena kami banyak meningkat dibanding Sprint. Saya memimpin cukup banyak lap. Saya tahu pembalap Trackhouse akan datang karena saya terus mendorong, tetapi jaraknya selalu 0,2 atau 0,3 detik. Saya hanya mencoba menjalani balapan sendiri dan melakukan pace terbaik," ujarnya.
Meski sempat memikirkan peluang merebut posisi kedua dari Fernandez pada lap-lap akhir, Martin menilai tikungan cepat masih menjadi area kelemahannya dibanding para pembalap Trackhouse. Ia merasa sudah membalap halus dan konsisten, tetapi kehilangan waktu pada sektor cepat membuat peluang untuk menyerang menjadi terbatas.

"Saya berusaha konstan dan mencoba setidaknya tetap bersama mereka. Pada lap-lap terakhir saya sempat memikirkan posisi kedua karena Ai sudah menjauh dan Raul mulai kesulitan, tetapi saya sangat menderita di tikungan cepat. Jadi masih selalu ada ruang untuk berkembang," kata Martin.
Martin juga menilai podium Assen penting karena ia berhasil memperbaiki feeling pada motor setelah kehilangan kepercayaan terhadap bagian depan sejak Barcelona. Menurutnya, fokus utama akhir pekan ini adalah mendapatkan kembali keyakinan pada ban depan dan belakang, meski ia masih merasa lebih kesulitan dibanding Aprilia lain dalam kondisi panas.
Dalam konteks perebutan gelar, Martin menegaskan pengalaman menjadi juara dunia tidak otomatis memberi keuntungan besar pada fase saat ini. Ia menilai kecepatan tetap menjadi faktor utama, sementara pengalaman baru akan lebih berpengaruh apabila ia masih memiliki peluang dalam dua atau tiga balapan terakhir musim ini.
"Pengalaman tentu selalu berarti sesuatu, tetapi ini soal kecepatan. Jika Anda punya kecepatan, Anda akan bertarung untuk kemenangan. Jika tidak, Anda tidak akan berada di sana. Saat ini saya hanya ingin mengambil hasil maksimal setiap akhir pekan dan fokus meningkatkan speed," tutup Martin.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!