Pembalap asal Irlandia, Jon Armstrong, secara terbuka mengungkapkan ambisinya untuk mengamankan kelanjutan kariernya di kelas utama Kejuaraan Reli Dunia (WRC) pada musim 2027 mendatang. Setelah mendapatkan promosi berharga ke kursi Rally1 bersama M-Sport untuk musim 2026 menyusul catatan impresifnya sebagai runner-up ERC di tahun sebelumnya, pereli berbakat ini kini tengah memetakan langkah strategis berikutnya di tengah ketatnya persaingan motorsport.
Musim kompetisi 2026 sendiri berjalan penuh tantangan dan ujian berat bagi sang pereli. Hasil terbaik yang mampu ia amankan adalah finis di posisi ketujuh pada seri penutup musim di Rally Sardinia. Meskipun demikian, ia sempat memperlihatkan kilau kecepatan yang menjanjikan ketika turun di Acropolis Rally Greece, di mana ia sukses merebut kemenangan special stage pertama sepanjang kariernya pada SS5.
Sayangnya, momentum positif tersebut harus terhenti seketika ketika kendala teknis berupa dua kali ban bocor serta masalah pada komponen turbo mendera kendaraannya di special stage berikutnya. Rentetan masalah mekanis tersebut seketika mengubur dalam-dalam impian pereli Irlandia ini untuk merengkuh hasil akhir yang kuat di tanah Yunani, sekaligus mencerminkan betapa kejamnya persaingan di level tertinggi reli.

Menghadapi ketidakpastian masa depannya, pereli yang hampir menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama skuad asal Cumbria ini menegaskan bahwa ia sama sekali tidak berniat mencari suasana baru di tim lain. Keterikatan emosional dan penguasaan mendalam terhadap kendaraan menjadi landasan kuat mengapa ia ingin bertahan di garasi tim yang sama.
"Saya tentu ingin tetap bersama M Sport karena di sanalah saya menghabiskan seluruh karier saya, dan saya sangat mengenal mobil Fiesta dengan baik," ujar Armstrong kepada DirtFish. Ia juga menambahkan ketertarikannya untuk terlibat langsung dalam pengembangan mobil baru di bawah regulasi WRC27 yang akan datang. "Semoga saya juga bisa terlibat dalam membentuk pengembangan mobil baru untuk regulasi WRC27," lanjutnya. Ia menilai opsi tersebut sebagai jalur paling rasional, meski tetap membuka diri jika ada penawaran lain yang masuk akal.
Di sisi lain, rekam jejak menunjukkan bahwa kursi Rally1 di tim ini jarang menjadi batu loncatan yang mulus menuju jenjang karier yang lebih tinggi, dengan Adrien Fourmaux sebagai salah satu contoh langka yang kariernya sukses melesat maju. Meski pembicaraan kontrak masih terus bergulir tanpa kepastian mutlak, fokus utamanya saat ini adalah mengamankan kesempatan kedua di level tertinggi reli dunia demi membuktikan kapasitas penuhnya secara konsisten.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!