Mantan pembalap Formula 1 asal Prancis, Jean Alesi, memberikan pandangan tajam terkait insiden kontroversial yang melibatkan Lewis Hamilton pada balapan akhir pekan lalu. Juara dunia tujuh kali tersebut kedapatan menolak instruksi dari dinding pit tim Ferrari untuk masuk ke jalur pit mengganti ban, sebuah keputusan taktis yang akhirnya berbuah pahit dan merusak peluang meraih hasil maksimal di lintasan.
Kericuhan bermula ketika Hamilton memilih bertahan di atas lintasan dengan kompon ban lunak yang dipasang sangat awal, demi menyingkirkan ban kompon medium. Keputusan spekulatif untuk membawa setrip karet tersebut bertahan hingga garis finis ternyata menjadi bumerang besar. Alih-alih mengamankan potensi finis ganda di podium bagi tim Kuda Jingkrak, pembalap asal Inggris itu harus puas melorot ke posisi keenam akibat tak mampu membendung gempuran rival yang memakai ban jauh lebih segar.
Menanggapi situasi pelik tersebut, Hamilton secara terbuka langsung menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial pribadinya sehari setelah balapan usai. Peraih titel juara dunia terbanyak itu dengan kesatria menyatakan, 'Mi prendo tutte le responsabilita per quella che si e rivelata una scelta sbagliata', yang menegaskan bahwa dirinya siap menanggung penuh beban kesalahan atas blunder strategi yang diambil di atas kokpit SF-26.

Namun, Jean Alesi dalam kolom analisis rutinnya di surat kabar Corriere della Sera mengaku sama sekali tidak terkejut dengan tindakan keras kepala yang diperlihatkan oleh pembalap barunya itu. Menurut mantan idola Tifosi tersebut, friksi kecil antara pembalap dan pit wall sudah diprediksi sejak lama mengingat tensi internal yang berkembang. 'Peccato che Hamilton non abbia ascoltato il muretto, doveva accadere una cosa del genere se penso che Lewis da tempo si lamenta, mette in dubbio il lavoro della squadra,' tulis Alesi mengkritisi sikap sang juara yang kerap mempertanyakan kinerja teknis tim.
Di sisi lain, terlepas dari drama strategi ban yang berujung antiklimaks, Alesi meminta para pendukung setia Ferrari untuk tetap tenang menatap proyek jangka panjang musim 2027. Performa mobil SF-26 dinilai sangat menjanjikan sejak sesi latihan bebas hari Jumat di Singapura, membuktikan bahwa arah pengembangan departemen teknik Maranello sudah berada di jalur yang benar untuk mendominasi balapan masa depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!