James Vowles mengungkap bahwa Formula 1 akan menerapkan perubahan regulasi aerodinamika yang cukup signifikan pada musim 2027, mencakup bib, sayap belakang, dan sejumlah bagian lantai mobil.
Prinsipal Williams tersebut menjelaskan bahwa perubahan itu akan membatasi tingkat carry-over dari pengembangan mobil musim 2026. Tim tidak dapat sepenuhnya mempertahankan konsep aerodinamika saat ini karena beberapa area utama akan kembali disesuaikan untuk tahun berikutnya.
“Regulasinya sebenarnya berubah secara aerodinamika untuk tahun depan, dan perubahannya cukup signifikan. Ada perubahan di sekitar bib, sayap belakang, dan beberapa area lantai,” kata Vowles kepada Sky F1.

Penyesuaian aerodinamika tersebut akan berjalan bersamaan dengan perubahan pada regulasi unit tenaga. Rasio tenaga mesin pembakaran internal dan sistem listrik yang saat ini berada pada komposisi 50:50 akan berubah menjadi 58:42 pada 2027, sebelum bergerak menjadi 60:40 mulai 2028.
Perubahan rasio itu ditujukan untuk mengurangi kebutuhan manajemen energi, terutama proses harvesting yang membatasi kemampuan pembalap menyerang sepanjang satu putaran. Fenomena super-clipping menjadi salah satu persoalan yang memicu kritik karena tenaga listrik dapat berkurang secara signifikan pada bagian tertentu lintasan.
Vowles menilai revisi aerodinamika membuat pengetahuan yang diperoleh sepanjang musim ini tidak dapat diterapkan sepenuhnya pada mobil 2027. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perubahan tersebut dilakukan dengan alasan yang tepat.
Tim-tim Formula 1 kini harus menyeimbangkan pengembangan mobil saat ini dengan persiapan menghadapi revisi teknis berikutnya. Dampak detail perubahan bib, sayap belakang, dan lantai akan menjadi perhatian utama ketika arah regulasi 2027 mulai diterjemahkan ke dalam desain mobil.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!