SPONSORED

Jack Miller Ungkap Alasan Marah di Pitlane dan Minta Maaf ke Tim

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Jack Miller Ungkap Alasan Marah di Pitlane dan Minta Maaf ke Tim
TO NEWS OVERVIEW
Jack Miller Ungkap Alasan Marah di Pitlane dan Minta Maaf ke Tim

Ketegangan sempat mewarnai garasi tim ketika Jack Miller meluapkan kemarahannya kepada para kru akibat motor hujan miliknya yang belum siap saat balapan sprint. Insiden tersebut tertangkap kamera televisi ketika pembalap asal Australia itu tampak berteriak dan melambaikan tangan dengan penuh kekesalan di area pitlane sirkuit.

Peristiwa bermula ketika Giacomo Guidotti selaku kepala kru mendapati taruhan awal pembalapnya untuk mengganti motor di tengah kondisi cuaca tropis yang berat berantakan. Akibat miskomunikasi yang terjadi, sang pembalap tiba di kotak pit pada akhir lap kedua hanya untuk mendapati kuda besi keduanya belum siap digunakan ke lintasan.

"Saya sempat mengobrol dengan Giacomo sebelum balapan, dan saya bilang, 'siapkan motornya'. Dalam pikiran saya, maksudnya adalah siapkan motor itu seketika. Dalam pikirannya, itu berarti menunggu empat atau lima lap. Jadi, terjadi miskomunikasi. Dan sayangnya hari ini kami terlihat seperti orang bodoh," ujar pembalap tersebut menjelaskan akar permasalahan di garasi.

Alex Marquez Pertimbangkan Operasi Bahu Usai Kecelakaan Sprint di Sepang
Baca JugaAlex Marquez Pertimbangkan Operasi Bahu Usai Kecelakaan Sprint di Sepang

Keputusan untuk masuk ke pitlane pada awal balapan murni diambil atas inisiatif pribadi setelah merasakan tetesan air hujan di beberapa tikungan. Ketika itu, ia tengah berjuang di posisi belakang sehingga merasa tidak ada rugi nya untuk mengambil risiko melakukan perjudian pergantian motor lebih cepat dari pembalap lainnya.

ADVERTISEMENT

"Itu sepenuhnya keputusan saya. Saya merasakan lima atau enam tetesan air di visor helm pada Tikungan 7 dan 8, lalu Tikungan 9 dan 10, dan saya berpikir, 'baiklah, lap berikutnya pasti akan basah'. Di Malaysia, umumnya Tikungan 9, 10, 7, dan 8 selalu menjadi tempat pertama yang basah karena hujan selalu datang dari arah tersebut," tambahnya.

Jack Miller di garasi Pramac Racing

Sesampainya di kotak pit, ia langsung menyadari bahwa situasi sudah tidak dapat diselamatkan ketika melihat proses penggantian ban belum sepenuhnya rampung. Kesadaran itu membuat amarahnya langsung memuncak di hadapan para mekanik yang tengah bekerja keras merespons panggilan mendadak tersebut.

ADVERTISEMENT

"Saya masuk, tetapi sayangnya motor belum siap. Saya tadinya berpikir kita hanya perlu mencopot penghangat ban saja. Namun kemudian, begitu saya melihat alat pembuka baut pada kaliper berputar ke arah yang salah, saya langsung paham bahwa ban bahkan belum diganti sama sekali. Jadi saya tahu permainan sudah berakhir saat itu juga," kenangnya.

Meski sempat tersulut emosi di dalam pitlane, situasi panas tersebut tidak berlangsung lama karena ia segera menemui kepala kru untuk menjernihkan suasana dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Hubungan kerja di dalam garasi dipastikan kembali cair setelah kedua belah pihak saling berdiskusi mengenai insiden tersebut.

"Saya meminta maaf atas reaksi saya, tetapi maksud saya, pada saat Anda tiba di pit, Anda masih berada dalam balapan. Dan dalam pikiran saya, saya tidak akan mengambil keputusan tersebut kecuali saya merasa itu adalah keputusan yang valid," ungkapnya menutup penjelasan terkait insiden menegangkan di pitlane.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU