Jack Miller secara terbuka mengakui bahwa ia merasa sangat kesal setelah pembatalan balapan utama Grand Prix Australia akibat kondisi cuaca ekstrem di Sirkuit Phillip Island. Situasi ini membuat pembalap asal Australia tersebut kehilangan kesempatan emas untuk melakoni penampilan perpisahan terakhirnya di kelas utama MotoGP di hadapan para pendukung fanatiknya sendiri.
Keputusan pahit tersebut terpaksa diambil oleh Race Control setelah jarak pandang yang buruk membuat helikopter medis tidak dapat beroperasi dengan aman. Akibatnya, seluruh agenda balap hari Minggu yang dinanti-nantikan harus dibatalkan sepenuhnya, sekaligus menutup sejarah panjang Phillip Island sebagai venue MotoGP sebelum ajang ini dikabarkan berpindah lokasi.
Bagi pembalap tim Pramac Racing ini, kegagalan turun ke lintasan menjadi pukulan telak yang sangat menyakitkan. Terlebih lagi, ia dijadwalkan akan segera meninggalkan paddock MotoGP untuk melanjutkan karier balapnya ke ajang World Superbike Championship pada musim depan.

Di hadapan para penonton yang tetap setia memadati area sirkuit meskipun diguyur hujan deras, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan luar biasa selama satu dekade kariernya. Ia merasa sangat terhormat bisa menghibur para penggemar terbaik di dunia meskipun harus mengakhiri akhir pekan dengan rasa kecewa yang mendalam.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para penonton setia, seluruh pembalap sempat turun ke lintasan untuk melakukan dua putaran parade. Momen emosional tersebut diwarnai aksi wheelie spektakuler di garis finis sebelum ia melemparkan sarung tangannya ke udara sebagai simbol perpisahan yang mengharukan.




Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!