SPONSORED

Isack Hadjar Kembali di Baku Usai Cedera Pergelangan Tangan

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Isack Hadjar Kembali di Baku Usai Cedera Pergelangan Tangan
TO NEWS OVERVIEW
Isack Hadjar will return to his cockpit this weekend in Baku

Isack Hadjar akhirnya bisa bernapas lega. Setelah absen dalam tiga balapan terakhir akibat cedera pergelangan tangan, pembalap muda Prancis itu siap kembali ke kokpit Red Bull di Grand Prix Azerbaijan akhir pekan ini. Rasa rindu membalap jelas terpancar dari pernyataannya.

“Saya sangat bersemangat untuk kembali ke mobil saya,” ujar Hadjar. “Sebulan terakhir ini sulit; ini pertama kalinya dalam hidup saya tidak balapan dan itu perasaan yang aneh.” Ucapan itu menggambarkan betapa beratnya menjadi penonton di paddock, terutama ketika timnya justru sedang dalam momentum positif.

Selama Hadjar absen, Liam Lawson dipercaya mengisi kursi dan tampil mengesankan. Pembalap Selandia Baru itu tidak hanya cepat, tetapi juga konsisten meraih poin. Hal ini tentu menambah tekanan bagi Hadjar, yang harus langsung tampil maksimal di Sirkuit Baku—trek jalanan yang menuntut konsentrasi penuh dan presisi tinggi.

Mengapa Jarak Balapan F1 305 Km? Sejarah dan Aturan 2027
Baca JugaMengapa Jarak Balapan F1 305 Km? Sejarah dan Aturan 2027

Meski demikian, Hadjar menegaskan bahwa fokus utamanya selama cedera adalah pemulihan total. “Begitu saya cedera, saya fokus penuh pada pemulihan agar bisa kembali secepat mungkin. Saya ingin berterima kasih kepada Laurent dan tim atas kesabaran mereka; penting untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Kembalinya Hadjar di Baku bukan sekadar tentang finis. Performanya akan dibandingkan dengan catatan Lawson, yang telah membuktikan diri mampu membawa pulang poin. Red Bull jelas berharap Hadjar dapat langsung menyatu kembali dengan RB22 dan melanjutkan tren positif tim.

Grand Prix Azerbaijan sendiri dikenal sebagai salah satu balapan paling menantang di kalender. Dinding pembatas yang sempit dan tikungan cepat seperti di sektor kastil menuntut nyali besar. Bagi Hadjar, ini adalah ujian mental dan fisik setelah lama absen. Namun, semangatnya untuk kembali ke lintasan tampaknya sudah cukup menjadi bahan bakar.

Jika berhasil tampil solid, Hadjar tidak hanya akan mengamankan posisinya, tetapi juga mengirim pesan bahwa ia layak diperhitungkan dalam jangka panjang. Sebaliknya, tekanan akan semakin besar jika ia kesulitan menemukan ritme. Semua mata akan tertuju padanya di Baku.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU