Persaingan ketat mewarnai jalannya balapan di Sepang ketika Marc Marquez terlibat senggolan milimeter dengan Ai Ogura. Ketegangan langsung terasa sejak lampu padam ketika sang pembalap andalan berupaya mempertahankan posisi terdepan di barisan depan.
Aksi agresif dari Ogura memaksa Marquez harus mengalah demi mengamankan poin krusial dalam perburuan gelar juara dunia. Kesempatan emas ini langsung dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Pedro Acosta untuk merangsek ke depan dan menguasai jalannya lomba tanpa hambatan berarti.
Menanggapi insiden tersebut, Marquez menjelaskan bahwa dirinya sengaja memilih strategi kalkulatif untuk menghindari risiko kecelakaan fatal. Ia menyatakan bahwa pembalap yang memimpin jalannya balapan seringkali menjadi pihak yang paling rentan melakukan kesalahan di kondisi trek yang sulit.

"Ha sido ese tipo de resultado en el que es muy facil cometer un error. Asi que los que no estan luchando por el campeonato pueden hacer mas riesgos. Yo he podido mantener la calma, tenia el ritmo, pero no queria liderar la carrera porque el que llega primero es el que normalmente pringa y cae. Asi que he manteniendo la calma y hemos ganado mucho. Y ese riesgo extra eran tres puntos adicionales que no merecian la pena," ujar Marquez menjelaskan keputusannya di atas lintasan.
Sementara itu, Marco Bezzecchi yang sukses mengamankan posisi podium ketiga mengakui jalurnya balapan berjalan sangat berat sejak meter pertama. Faktor cuaca hujan di paruh akhir lomba membantunya mendekati rombongan depan meski waktu yang tersisa tidak cukup untuk mengejar para pimpinan lomba.
"Al principio la pelea era enorme ya desde los primeros metros, pero despues cuando ya estaba mas estabilizado en la quinta posicion sabia que podia gestionar bien la situacion para guardar algo para el final. Y luego llego la lluviag vi que al resto les costaba un poquito, asi que pasito a pasito les iba cazando," ungkap Bezzecchi setelah balapan usai.
Di sisi lain, Pedro Acosta merayakan kemenangan keduanya di sesi sprint dengan penuh antusias setelah berhasil membaca situasi dengan sempurna. Kemenangan ini sekaligus menjadi obat penebus kekecewaan dari seri sebelumnya di Australia.
"Ya sabes que normalmente en condiciones mixtas no se puede pasar bien. Pero hoy queria intentarlo, no me he jugado nada y sabia que Marc iba por detras y tenia miedo de caerse. Y era mi oportunidad de probar algo nuevo. El equipo ha sido fantastico," tutup Acosta.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!