Kebangkitan friksi internal di kubu McLaren kembali mencuat setelah Lando Norris dan Oscar Piastri terlibat tabrakan dalam sesi sprint GP Singapura 2026. Peristiwa yang terjadi pada akhir balapan 20 lap tersebut menghadirkan kilas balik yang tidak diinginkan dari musim-musim sebelumnya, mengingatkan tim pada gesekan internal yang sempat memicu aturan ketat internal tim.
Meskipun insiden tersebut hanya memperebutkan posisi keempat dalam balapan sprint yang minim poin, dampaknya dirasakan secara signifikan oleh tim. Prinsipal tim Andrea Stella menegaskan bahwa kontak fisik antar-rekan setim ini sama sekali tidak dapat diterima, terutama di tengah persaingan ketat konstruktor melawan tim rival terdekat.
Benturan ceroboh tersebut tidak hanya merusak komponen mobil yang berimbas pada alokasi anggaran batas biaya, tetapi juga menambah beban kerja berat bagi para mekanik di garasi dalam akhir pekan balapan yang padat. Stella menyatakan bahwa kerugian material ini menjadi masalah serius dalam ambisi mereka mengamankan posisi terbaik di klasemen kejuaraan.

"Ini serius karena kerusakan bagi tim bersifat material. Kami berada dalam pertarungan kejuaraan yang ketat. Kami memiliki ambisi untuk menantang Ferrari dan kami memiliki ambisi untuk finis di depan Red Bull, dan ini adalah masalah untuk bisa finis di depan," ungkap Stella menguraikan dampak insiden tersebut.
Situasi ini memaksa manajemen tim untuk kembali membuka diskusi internal yang mendalam mengenai batas-batas pertarungan di lintasan. Stella menyayangkan kejadian terulang kembali setelah berbagai evaluasi panjang dan komitmen bersama yang telah dibangun untuk melindungi kepentingan tim di atas segalanya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!