Akhir pekan balap yang penuh duka harus diterima oleh George Russell setelah kerusakan power unit pada mobil W17 merusak peluangnya. Kegagalan mekanis di lintasan lurus utama ini seketika mengubur sisa-sisa harapan dalam perburuan gelar juara dunia musim ini, mengulangi memori kelam satu dekade silam.
Kepedihan di garasi panah perak ini langsung mengingatkan para penggemar pada insiden pahit Lewis Hamilton di Malaysia pada tahun 2016. Berdiri di pitwall, Toto Wolff tak mampu menyembunyikan rasa bersalahnya melihat sang pembalap asal Inggris tersebut harus memarkir kendaraannya lebih cepat di pinggir lintasan.
Frustrasi mendalam jelas terpancar dari teriakan sang pembalap melalui sambungan radio tim. Menanggapi kepedihan anak asuhnya, pimpinan tim asal Austria itu secara terbuka menyampaikan permohonan maaf langsung kepada sang pembalap atas masalah reliabilitas yang kembali merugikan.

"George, scusa per questo," ucap sang prinsipal dengan nada penuh penyesalan. Ini menjadi pil pahit kedua bagi sang pembalap bernomor mobil 63 tersebut setelah sebelumnya juga harus tersingkir akibat masalah teknis serupa pada seri di Kanada.
Dalam sesi wawancara usai balapan, Andrea Kimi Antonelli tetap menjadi rekan garasi yang mendominasi situasi klasemen sementara. Sementara itu, sang pembalap malang mengakui bahwa keberuntungan sama sekali tidak memihaknya sepanjang kampanye kejuaraan tahun ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!