Thierry Neuville dan Adrien Fourmaux membawa Hyundai Motorsport kembali ke persaingan terdepan setelah tampil kompetitif pada hari pertama Reli Portugal Kejuaraan Reli Dunia 2026.
Setelah tiga etape khusus pembuka, Fourmaux menempati posisi kedua klasemen sementara dengan selisih hanya 3,4 detik dari pemimpin reli Oliver Solberg dari Toyota. Sementara itu, Neuville berada di posisi keempat dan tetap menjaga jarak kompetitif di tengah persaingan ketat papan atas.
Hasil tersebut menjadi sinyal positif bagi Hyundai setelah awal musim yang sulit, terutama pada dua putaran aspal sebelumnya ketika seluruh pembalap tim kesulitan menemukan keseimbangan mobil Rally1 mereka.

“Kami sekarang berada di balapan gravel dan kami harus bertarung bersama mereka,” ujar Fourmaux.
Dari sisi teknis, Hyundai kembali terlihat jauh lebih kompetitif begitu musim memasuki rangkaian reli gravel tradisional. Karakter mobil Hyundai Rally1 memang selama ini dinilai lebih cocok pada permukaan longgar dibanding aspal, terutama dalam hal traksi keluar tikungan dan kestabilan suspensi di permukaan rusak.
Fourmaux mengakui etape pembuka Portugal cukup menantang karena sebagian besar stage masih baru baginya. Namun ia merasa posisi kedua memberikan dorongan moral besar bagi dirinya maupun Hyundai setelah performa yang tidak stabil pada beberapa reli terakhir.
Pembalap Prancis tersebut sebelumnya sempat naik podium di Safari Rally Kenya, tetapi momentum Hyundai kembali menurun pada Kroasia dan Kepulauan Canary akibat kombinasi masalah setup dan kurangnya grip.
Sementara itu, Neuville juga mulai merasakan peningkatan feeling terhadap mobil. Juara dunia 2024 tersebut sebelumnya mengeluhkan karakter Hyundai yang sulit diprediksi, terutama terkait grip ban dan respons mobil pada perubahan arah cepat.
“Dibanding aspal, performa mobil jelas lebih baik,” kata Neuville.
Meski demikian, Neuville menilai Hyundai masih memiliki ruang pengembangan lebih lanjut. Ia merasa mobil masih sedikit lambat dan belum sepenuhnya memberikan respons sesuai keinginannya, meskipun grip dasar sudah jauh lebih baik dibanding beberapa putaran sebelumnya.
Kondisi cuaca juga diperkirakan menjadi faktor penting sepanjang reli Portugal. Neuville menyoroti kesulitan memilih ban karena keputusan harus dibuat pada malam sebelumnya di tengah prakiraan cuaca yang terus berubah.
Etape-etape panjang tanpa servis penuh pada hari Jumat juga diprediksi akan menjadi ujian besar bagi seluruh pabrikan, terutama dalam menjaga manajemen ban dan ketahanan mekanis mobil Rally1.
Dengan Hyundai akhirnya mulai menemukan kembali performa kompetitif di gravel dan Toyota tetap memimpin melalui Solberg, Reli Portugal kini berkembang menjadi salah satu pertarungan paling penting dalam perebutan momentum awal musim WRC 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!