SPONSORED

Horner Ungkap Kesalahan Fatal Promosi Liam Lawson di F1 2024

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Horner Ungkap Kesalahan Fatal Promosi Liam Lawson di F1 2024
TO NEWS OVERVIEW
Christian Horner says Liam Lawson shouldn't have been promoted to Red Bull in 2025. Image: XPB Images

Mantan Prinsipal Tim Red Bull Racing, Christian Horner, baru-baru ini mengungkapkan pandangan kontroversialnya mengenai keputusan kontroversial dalam karier Liam Lawson yang dinilai terlalu dini ditarik ke tim utama Formula 1 pada musim 2024. Dalam autobiografi terbarunya yang berjudul Drive, Horner secara terbuka menyampaikan keraguannya ketika pembalap asal Selandia Baru itu dipromosikan untuk mendampingi Max Verstappen setelah hanya mengantongi pengalaman 11 kali start di ajang Grand Prix.

Keputusan tersebut diambil untuk menggantikan Sergio Perez, namun masa bakti Lawson di tim utama hanya bertahan selama dua balapan sebelum akhirnya diturunkan kembali ke tim saudara, Racing Bulls. Horner menjelaskan bahwa penasihat Red Bull, Helmut Marko, adalah sosok yang paling ngotot mendorong promosi tersebut meskipun dirinya sendiri merasa tidak nyaman dengan minimnya pengalaman sang pembalap muda di grid utama.

Dalam buku tersebut, Horner menulis bahwa Helmut Marko menjadi motor utama di balik promosi tersebut meski ada keraguan besar di internal manajemen puncak. Ia menilai bahwa meminta seorang pembalap dengan 11 balapan Formula 1 untuk langsung bersaing di level teratas bersama Verstappen adalah beban yang terlalu berat, sementara dinamika internal saat itu diwarnai intrik dari sang penasihat senior.

Podcast Motorsport: Mobil Terbang, Promosi Rafael Camara, dan Kalender F1 Rwanda 2026
Baca JugaPodcast Motorsport: Mobil Terbang, Promosi Rafael Camara, dan Kalender F1 Rwanda 2026

Situasi pelik semakin memuncak ketika Lawson mengalami kecelakaan pada balapan pembuka di Grand Prix Australia, yang kemudian disusul oleh finis di posisi ke-12 pada seri berikutnya di China. Red Bull tidak menunggu lama untuk mengambil tindakan tegas dengan mengganti posisi Lawson menggunakan Yuki Tsunoda menjelang Grand Prix Jepang, memaksa pembalap muda tersebut untuk kembali menata kariernya dari tim satстер.

ADVERTISEMENT

Melihat kembali kekacauan tersebut, Horner menegaskan bahwa kesalahan terbesar sebenarnya terjadi jauh sebelum Lawson menginjakkan kakinya di kokpit mobil Red Bull. Ia menyatakan bahwa kepindahan kembali ke Racing Bulls memang sangat berat bagi sang pembalap, namun esensi masalah utamanya adalah keputusan promosi awal yang seharusnya tidak pernah diambil mengingat risiko besar yang mengintai.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU