Elia Weiss tampil luar biasa pada ronde keempat Kejuaraan Formula 4 Eropa Tengah (F4 CEZ) di Autodrom Most, Republik Ceko, awal Agustus lalu. Pembalap Jenzer Motorsport asal Jerman itu berhasil meraih tiga kemenangan beruntun dan langsung menggeser puncak klasemen.
Meski sempat kesulitan di kualifikasi dan hanya start dari posisi kedua, Weiss menunjukkan keganasannya saat balapan. Ia menang di dua heat pertamanya dari sisi luar barisan depan, lalu mengonversi pole position menjadi kemenangan di balapan final atas rekan setimnya, Teo Borenstein.
“Saya sedikit kesulitan di kualifikasi, tapi kami selalu punya start yang hebat dan restart safety car yang luar biasa. Itu kunci akhir pekan ini. Trek ini cukup sulit untuk menyalip, jadi itu yang membuat perbedaan dan membuat kami bisa memenangkan tiga balapan,” ujar Weiss kepada Formula Scout.

Dengan 40 mobil yang ambil bagian, para pembalap dibagi ke dalam grup dan masing-masing menjalani dua heat. Hanya 32 pembalap teratas yang berhak tampil di final hari Minggu. Padatnya grid membuat banyak safety car dan red flag mewarnai jalannya balapan.
Promotor seri, Josef Krenek, mengakui bahwa kejuaraan ini mungkin tumbuh terlalu cepat. “Mungkin kejuaraan kami berkembang lebih cepat dari kami,” katanya setelah akhir pekan yang penuh kritik terhadap steward, scrutineer teknis, dan dirinya sendiri. Krenek pun meminta suasana “keadilan, integritas, rasa hormat, dan saling mendukung.”
Weiss mampu mengatasi balapan yang sering terhenti dan restart dengan tenang. “Memang sulit dengan red flag untuk kembali ke ritme, tapi saya merasa bisa melakukannya dengan baik dan itulah yang membuat kami menang pada akhirnya,” jelas putra dari mantan pembalap F3, Claudia Hurtgen itu.
Borenstein, yang tahun ini dibimbing oleh Tomas Enge, menjadi penantang terdekat Weiss. Ia harus puas dengan tiga kali finis kedua, meski di heat kedua ia sedikit beruntung. Sementara itu, Ella Hakkinen, putri juara dunia F1 dua kali Mika Hakkinen, menjadi pusat perhatian penonton karena balapan di kampung halamannya untuk pertama kalinya. Pembalap junior McLaren itu mencatatkan hasil terbaiknya musim ini dengan dua kali finis kelima sebelum tersingkir di final.
Di heat pertama yang basah, Karhan berhasil mengonversi pole position menjadi kemenangan dengan menjauh di akhir balapan, meski sempat melakukan kesalahan yang memungkinkan Borenstein mendekat. Namun di final, Weiss langsung memimpin setelah start dan tidak pernah terancam, meski dua kali harus menghadapi restart safety car. Balapan tidak dilanjutkan setelah red flag kedua karena Borenstein kehilangan sayap depannya setelah kontak, dan ia terpaksa melambat ke belakang.
Keputusan red flag sempat memicu kontroversi di pitlane karena hasil balapan ditentukan berdasarkan putaran sebelumnya, yang menguntungkan Borenstein untuk kembali ke posisi kedua. Dengan hasil ini, Weiss memimpin klasemen F4 CEZ dan siap melanjutkan performa impresifnya di seri berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!