Lewis Hamilton secara terbuka mengakui peluangnya untuk merebut gelar juara dunia Formula 1 musim 2026 hampir mustahil setelah menjalani Grand Prix Italia yang penuh insiden di Monza. Pembalap Ferrari itu hanya mampu finis di posisi keenam, tertinggal jauh dari pemenang balapan, Kimi Antonelli, yang tampil impresif dengan comeback dari posisi ke-19.
Kekesalan Hamilton semakin memuncak setelah insiden dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, pada lap pertama di chicane pertama. Hamilton mengaku tersingkir ke luar trek karena manuver agresif Leclerc, yang membuatnya turun ke posisi ke-10. Insiden ini pun menjadi sorotan utama dalam evaluasi strategi tim.
Dengan defisit 76 poin dari Antonelli yang memimpin klasemen, Hamilton menilai timnya di Ferrari telah gagal mendukung penuh peluangnya. Ia menyebut keputusan untuk tidak memprioritaskannya sudah terlambat diambil, terutama setelah tim principal Fred Vasseur mengindikasikan akan mulai mempertimbangkan prioritas pembalap setelah balapan ini.

“Sejak hari ini, kami kehilangan banyak poin. Sudah terlalu jauh untuk mengambil keputusan itu sekarang,” ujar Hamilton, dikutip dari laporan resmi. Ia menambahkan bahwa semua yang bisa ia lakukan adalah tampil maksimal di sisa musim, meski laju Mercedes yang sangat kompetitif membuat ketertinggalan terasa mustahil untuk dikejar.
Hamilton juga mengkritik cara Ferrari mengelola operasional balapnya. Ia membandingkan dengan masa-masa di Mercedes yang memiliki aturan keterlibatan jelas antar pembalap. “Di Mercedes kami punya aturan tertulis. Di sini tidak ada aturan, itu yang harus berubah,” tegasnya.
Leclerc sendiri gagal finis setelah terlibat kecelakaan besar pada lap kedua, meski beruntung tidak mengalami cedera. Vasseur mengakui hasil akhir pekan ini tidak ideal dan tim akan berdiskusi internal sebelum putaran berikutnya di Madrid.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!