Nasib kurang beruntung menimpa Isack Hadjar jelang GP Belanda. Pebalap Red Bull asal Prancis itu dipastikan absen di sirkuit Zandvoort setelah mengalami cedera pergelangan tangan saat latihan gym di jeda musim panas. Alhasil, Yuki Tsunoda yang sejatinya menjadi pebalap ketiga tim, akan naik menggantikannya untuk akhir pekan balapan kali ini.
Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi Hadjar, yang sebelumnya sudah menyiapkan desain helm khusus untuk balapan di tanah Belanda. Sayangnya, helm spesial itu tak sempat dipakainya di lintasan. Ini bukan kali pertama seorang pebalap harus menyerah di Zandvoort karena masalah fisik. Dua tahun lalu, tepatnya 2023, Daniel Ricciardo juga mengalami nasib serupa, meski dengan cerita yang sedikit berbeda.
Echo Insiden Ricciardo 2023
Bedanya, Ricciardo saat itu masih sempat turun di dua sesi latihan bebas sebelum akhirnya cedera. Kecelakaan terjadi di FP2 ketika ia mencoba menghindari mobil Oscar Piastri yang terhenti di tikungan 3. Ricciardo kehilangan kendali dan menghantam dinding pembatas. Begitu keluar dari mobil, ia langsung memegangi lengan kiri dengan wajah menahan sakit. Pemeriksaan di pusat medis memastikan patah tulang metacarpal, yang memaksanya mundur dari sisa akhir pekan.

Akibat cedera itu, Ricciardo juga melewatkan empat balapan berikutnya. Saat itu ia baru kembali sebagai pebalap penuh menggantikan Nyck de Vries, dan musimnya memang tengah bergejolak sejak ditinggalkan McLaren. AlphaTauri lantas menunjuk Liam Lawson sebagai pengganti darurat. Pebalap muda Selandia Baru itu langsung tampil meyakinkan dengan finis kesembilan di Singapura dan nyaris mencetak poin di beberapa balapan lain.
Kini giliran Hadjar yang harus menepi. Meski baru menjalani musim debutnya di F1, kehilangan kesempatan balapan di Zandvoort jelas terasa pahit. Terlebih, performanya bersama Red Bull sejauh ini cukup menjanjikan. Namun, cedera adalah bagian tak terhindarkan dari olahraga ini, dan yang terpenting baginya adalah pulih sepenuhnya sebelum kembali ke kokpit.
Tsunoda sendiri bukan nama asing di Zandvoort. Meski belum pernah naik podium di sirkuit tersebut, pengalamannya bersama Racing Bulls bisa menjadi modal berharga. Pertanyaannya kini, mampukah ia memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kapasitasnya di hadapan pimpinan Red Bull? Musim ini, performa Tsunoda memang menjadi sorotan, dan pengganti mendadak seperti ini sering kali menjadi momen pembuktian.
Di sisi lain, keputusan Red Bull menunjuk Tsunoda sebagai pengganti Hadjar juga menunjukkan kedalaman skuad mereka. Dengan jadwal padat dan risiko cedera yang selalu mengintai, memiliki pebalap cadangan yang kompeten menjadi krusial. Zandvoort pun akan menjadi panggung menarik untuk melihat bagaimana dinamika tim bereaksi di tengah situasi tak terduga.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!