Kembalinya Formula 1 ke benua Afrika secara resmi diumumkan sebagai salah satu hari paling bersejarah dalam perjalanan kejuaraan dunia balap ini. Stefano Domenicali selaku Presiden dan CEO Formula 1 menyampaikan pernyataan tersebut setelah kesepakatan monumental dicapai untuk menggelar balapan di Rwanda.
Pengumuman penting ini mengonfirmasi bahwa Formula 1 meneken kontrak berdurasi 10 tahun dengan Rwanda untuk menjadi tuan rumah Grand Prix Afrika. Langkah ini menandai kembalinya ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia ke benua Afrika untuk pertama kalinya sejak tahun 1993, ketika Sirkuit Kyalami di Afrika Selatan terakhir kali menggelar balapan resmi.
Konferensi pers pengumuman besar ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting termasuk Presiden Republik Rwanda Paul Kagame serta Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem. Kehadiran para pemimpin tinggi ini menggarisbawahi betapa krusialnya proyek jangka panjang ekspansi global Formula 1 ke wilayah baru yang kaya akan potensi.

Dalam pidato resminya, Domenicali menegaskan arti penting momen tersebut bagi seluruh komunitas balap internasional. "Selamat datang di apa yang akan dikenang sebagai salah satu hari paling signifikan dalam sejarah Formula 1," ucap Domenicali dalam sesi konferensi pers tersebut.
Lebih lanjut, Domenicali menyampaikan apresiasi mendalam kepada kepemimpinan Presiden Kagame serta dukungan penuh dari FIA. Ia menilai bahwa Afrika merupakan tempat yang selama ini hilang dari peta perjalanan global Formula 1, dan Rwanda dipilih karena memiliki visi serta mitra yang tepat untuk mewujudkan babak baru dalam sejarah 76 tahun kejuaraan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!