SPONSORED

George Russell Pasrah Kejar Gelar F1 Usai Kalah di Monza

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
George Russell Pasrah Kejar Gelar F1 Usai Kalah di Monza
TO NEWS OVERVIEW
George Russell looked downbeat after his second place finish

George Russell nyaris menyerah dalam perburuan gelar Formula 1 musim ini. Kegagalannya memanfaatkan peluang emas di Grand Prix Italia membuatnya tertinggal jauh dari rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, yang kini semakin kokoh di puncak klasemen.

Start dari posisi kedua, George Russell sebenarnya punya kesempatan besar untuk memangkas defisit 59 poin di belakang Andrea Kimi Antonelli yang harus memulai balapan dari posisi ke-19. Namun, apa daya, Antonelli tampil luar biasa di sirkuit Monza yang legendaris. Ia melesat melewati trek dan berhasil menyalip Russell untuk merebut kemenangan hanya dengan tiga lap tersisa.

Hasil ini membuat pembalap muda asal Italia itu melebarkan keunggulannya atas pesaing terdekatnya di klasemen menjadi 66 poin, dengan masih ada 10 seri yang tersisa musim ini. Angka itu terasa sangat berat untuk dikejar, bahkan bagi pembalas sekaliber Russell sekalipun.

Leclerc Butuh Pemeriksaan Tambahan Sebelum Balapan di Madrid
Baca JugaLeclerc Butuh Pemeriksaan Tambahan Sebelum Balapan di Madrid

Dalam konferensi pers usai balapan, Russell yang terlihat kecewa tampak menerima kenyataan pahit ini. Meski tidak secara eksplisit menyatakan menyerah, perkataannya mencerminkan pasrahnya ia pada keadaan.

ADVERTISEMENT

“Ya, kurasa Kimi memegang kendali dan dia pantas berada di posisi itu. Untuk diriku sendiri, aku bahkan tidak berpikir tentang perlawanan atau comeback atau apa pun. Aku hanya fokus menjalani balapan demi balapan dan mencoba memaksimalkan setiap akhir pekan,” ujar Russell.

Russell juga mengakui bahwa Antonelli tampil sangat impresif dan akan sangat sulit untuk mengatasi ketertinggalan tersebut. “Dia tampil luar biasa. Akan sangat menantang untuk menutup jarak itu, jadi aku hanya menerima apa adanya dan menikmati sisa musim ini, mencoba memenangkan sebanyak mungkin balapan,” tambahnya.

Sementara itu, Antonelli yang kini berpeluang menjadi juara dunia termuda dalam sejarah F1, memilih untuk tetap membumi. Ia menegaskan tidak mau terbawa suasana dengan keunggulan yang dimilikinya.

ADVERTISEMENT

“Pasti ini tahun yang sangat kuat sejauh ini, tapi masih banyak balapan tersisa dan apa pun bisa terjadi. Kita sudah lihat bagaimana keadaan bisa berubah dengan cepat. Jadi, dari sisi saya, saya hanya menjalani balapan demi balapan, fokus pada hal-hal yang bisa saya kendalikan, dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada,” kata Antonelli.

Ia juga mengingatkan bahwa performa bisa berubah-ubah di setiap sirkuit. “Akhir pekan ini kami yang tercepat, tapi siapa tahu di trek lain, McLaren bisa jadi tercepat, atau Ferrari tampil di depan, atau bahkan Red Bull dengan Max. Itu sebabnya penting untuk mengambil setiap peluang dan terus meningkatkan level permainan,” pungkas pembalap yang musim ini sudah mengoleksi tujuh kemenangan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU