Pembalap asal Amerika Serikat, Garrett Gerloff, harus menelan pil pahit setelah melakukan kesalahan identik dalam dua lap awal balapan Superpole WorldSBK di Estoril 2026. Meskipun ia sukses mengamankan hasil yang cukup positif dalam dua balapan utama sepanjang akhir pekan di Portugal, insiden pada sesi sprint tersebut membuatnya merasa sangat kecewa pada performa diriku sendiri di atas lintasan.
Menjalani paruh akhir musim Kejuaraan Dunia Superbike 2026 bersama Kawasaki, posisi Gerloff di peringkat kesembilan klasemen sementara sebenarnya sudah melampaui ekspektasi dibandingkan musim sebelumnya yang hanya finis di posisi ke-15. Jarak poin yang cukup jauh dengan para pembalap di depan maupun di belakangnya membuat posisinya relatif aman, tetapi motivasi tinggi sang pembalap tetap menuntut hasil maksimal di setiap sesi balapan akhir pekan.
Rangkaian balapan di Sirkuit Estoril akhir pekan lalu sebenarnya berjalan cukup stabil ketika ia mampu merangsek ke posisi 10 besar pada balapan pertama dan memperbaiki catatan waktu hingga finis ketujuh pada balapan kedua. Dalam balapan pembuka, ia terlibat duel ketat melawan Xavi Vierge serta Sam Lowes, yang menurutnya sudah memberikan ritme balap yang cukup kompetitif meski harus memulai dari grid yang agak belakang.

"Dalam run pertama saya merasa memiliki kecepatan yang bagus dan segalanya berjalan lancar, namun start dari posisi agak belakang membuat perjuangan ke depan terasa sulit. Saya terlibat pertarungan yang sengit dengan Xavi Vierge dan Sam Lowes, jadi secara keseluruhan saya berkendara semaksimal mungkin dan finis di sepuluh besar adalah hasil yang harus kami terima," ujar Gerloff mengulas jalannya balapan pertama akhir pekan tersebut.
Peningkatan performa kembali dirasakannya pada balapan penutup hari Minggu ketika motor tunggangannya merespons dengan sangat baik di bawah kendalinya. Gerloff mengaku jauh lebih puas bisa mengamankan posisi tujuh besar karena keseimbangan motor terasa sangat pas dan memberikan kepercayaan diri penuh di atas aspal Portugal, sehingga ia merasa potensi maksimal akhir pekan tersebut sudah diraih dengan baik.
"Tetapi saya benar-benar puas dengan balapan kedua. Saya merasa nyaman, motor merespons dengan sangat baik di tangan saya. Saya senang bisa berada di jajaran tujuh besar, tidak ada lagi yang bisa diraih akhir pekan ini," tambahnya.
Sayangnya, akhir pekan yang solid tersebut harus sedikit ternoda oleh hasil minor pada sesi balapan singkat Superpole Race. Kesalahan pengereman fatal di tikungan pertama pada lap pembuka memaksanya melebar ke luar lintasan, dan mimpi buruk yang sama terulang kembali pada lap berikutnya yang membuatnya harus puas finis di posisi ke-18.
"Saya sangat kecewa pada diri sendiri atas hasil Superpole Race. Saya berharap kami bisa menembus sembilan besar, tetapi pada lap pertama saya gagal mengerem secara optimal di tikungan 1, keluar jalur dan harus melibas area run-off—lalu pada lap kedua kesalahan yang persis sama terulang lagi dan saya benar-benar ingin menendang pantat saya sendiri karena kebodohan itu!" keluh Gerloff menutup evaluasi akhir pekannya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!