Menatap akhir pekan balapan di Sirkuit Phillip Island, Francesco Bagnaia tiba dengan membawa misi kebangkitan setelah meraih hasil kurang memuaskan pada seri sebelumnya di Indonesia. Pembalap asal Italia tersebut menegaskan bahwa dirinya ingin menikmati setiap detik di atas lintasan legendaris ini, terutama di tengah kabar bahwa balapan di trek tepi laut tersebut akan segera digantikan oleh Adelaide mulai kalender MotoGP 2027 mendatang.
Berbicara langsung kepada kolaborator Manuel Pecino, Bagnaia tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya melihat arah baru yang diambil oleh kejuaraan dunia balap motor grand prix. Menurutnya, hilangnya sirkuit-sirkuit tradisional berkecepatan tinggi seperti Phillip Island merupakan sebuah kerugian besar bagi esensi balap itu sendiri, di mana para pembalap sebenarnya jauh lebih menikmati tantangan di trek klasik ketimbang sirkuit modern.
"Ini adalah sebuah kerugian besar karena ini adalah balapan terakhir di sini. Sirkuit yang ikonik, penuh kecepatan murni. Sudah tidak banyak lagi yang tersisa seperti ini," ungkap Bagnaia mengomentari karakter unik trek cepat tersebut, seperti dilansir dari Motosan.es. Ia juga menyoroti bagaimana arah perkembangan MotoGP saat ini perlahan mulai meninggalkan sirkuit-sirkuit yang memiliki karakter spesial bagi para rider.

Selain membahas masa depan kalender balap, juara dunia MotoGP ini juga mewaspadai faktor cuaca ekstrem yang kerap menjadi drama tersendiri di Australia. Perubahan temperatur drastis dari hari Jumat hingga Minggu, ditambah terpaan angin kencang serta potensi hujan, menuntut adaptasi tingkat tinggi dari seluruh tim dan pembalap di paddock agar tidak salah mengambil langkah teknis pada motor.
"Biasanya, hingga hari Jumat cuacanya sangat bagus. Namun kemudian, pada hari Sabtu dan Minggu, sesuatu terjadi karena segalanya berubah secara radikal. Kami beralih dari 27 derajat hari ini ke 12 derajat pada hari Minggu, kemudian angin berubah sepenuhnya dan akan turun hujan," jelas Bagnaia menggambarkan tantangan alam di sirkuit yang terkenal sangat sempit dan membutuhkan tingkat presisi serta umpan balik sasis yang sempurna.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!